Sunday, October 2, 2022

PUKAT, Inovasi dari UNUJA untuk Kebermanfaatan bagi Masyarakat

PROBOLINGGO – Selasa (23/2), LP3M Universitas Nurul Jadid mengadakan rapat konsolidasi pemantapan kerja pusat kajian terpadu (Pukat) di ruang Pascasarjana Universitas Nurul Jadid. Dalam pertemuan tersebut, LP3M menginisiasi pembentukan 6 Pusat Kajian Terpadu, yang terdiri dari Pusat Kajian Khazanah Nurul Jadid, Pusat Kajian Kurikulum Pesantren, Pusat Kajian Teknologi Tepat Guna, Pusat Kajian Kesehatan Publik, Pusat Kajian Pedesaan dan Agrikultur, dan Pusat Kajian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Setelah terbentuknya Pusat-pusat Kajian tersebut, Ketua LP3M, Achmad Fawaid, langsung menginstruksikan kepada tiap-tiap pusat kajian untuk menentukan program-program strategis berorientasi kebermanfaatan bagi masyarakat.

Inovasi berupa pembentukan pusat kajian terpadu (Pukat) ini didasari kepada keinginan guna memberikan kebermanfaatan yang lebih luas kepada masyarakat.

Sebagai sebuah institusi perguruan tinggi yang cukup berpengaruh, Universitas Nurul Jadid berupaya memberikan dampak nyata dengan adanya pembentukan pusat kajian terpadu (Pukat) ini.

Sebagai sebuah institusi dimana banyak insan cendekia yang berkecimpung, sudah seharusnya Universitas Nurul Jadid memberikan sumbangsih secara nyata. Baik tenaga maupun pemikiran.

Disinilah momentum tersebut muncul, ditengah kompleksitas tantangan kemajuan zaman yang terus berkembang begitu cepat, LP3M Universitas Nurul Jadid membangun dan membentuk pusat kajian terpadu (Pukat) sebagai upaya menyebar kebermanfaatan yang nyata dan dapat dirasakan secara menyeluruh di lingkup yang lebih luas. Yakni Masyarakat.

Ke depannya, Pukat akan menjadi lumbung informasi dan inovasi berbasis riset akademik yang kontribusinya diharapkan dapat mendukung upaya percepatan pembangunan masyarakat di tengah kompleksitas tantangan zaman saat ini.

“Keenam Pusat Kajian ini didirikan untuk menjadi pusat penelitian yang serius dan penelitian mendalam, yang hasilnya bisa dipublikasikan dan dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Outcome dari Pukat ini diharap bisa menjadi masukan, baik bagi masyarakat luas pada umumnya, maupun bagi pemegang-pemegang kebijakan di berbagai level, lokal maupun nasional, dalam bentuk ide-ide inovasi maupun rekomendasi berbasis riset yang akan berguna dalam proses pengambilan kebijakan yang menyangkut kepentingan publik,” jelas Fawaid.

Baca juga :  Lakukan Eksperimen COVID-19, Spanyol Sengaja Buat Konser Musik Ramai

Berikut ini daftar nama dosen UNUJA yang akan memimpin pusat-pusat kajian di bawah koordinasi LP3M.

  1. Pusat Kajian Khazanah Nurul Jadid, dipimpin oleh Dr. Ahmad Fawaid, M.Th.I.
  2. Pusat Kajian Kurikulum Pesantren, dipimpin oleh Sugiono, Ph.D.
  3. Pusat Kajian Teknologi Tepat Guna, dipimpin oleh Nur Hamid, Ph.D.
  4. Pusat Kajian Kesehatan Publik, dipimpin oleh Sri Astutik, M.Kes.
  5. Pusat Kajian Pedesaan dan Agrikultur, dipimpin oleh Dr. Ainol Yakin, M.HI.
  6. Pusat Kajian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dipimpin oleh M. Iqbal, M. Pd.
Comment
Rahman
Rahmanhttps://gubukinspirasi.com
Redaktur Gubuk Inspirasi dan pegiat sastra yang menggelar Perpustakaan Jalanan Besuki membaca setiap hari Sabtu dengan slogan, "Baca gratis seperti udara yang kau hirup"

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler