Tuesday, June 21, 2022

April Mop, Sejarah, Perkembangan dan Alasan Dilarangnya Perayaan April Mop

GUBUKINSPIRASI – Pernahkah Anda mendengar istilah April Mop yang jatuh setiap tanggal 1 April? Biasanya, di tanggal tersebut, orang-orang sering menyebarkan kabar bohong tentang suatu hal, lalu disertai dengan ucapan “April Mop”. Hingga saat ini, asal-usul dari April Mop ini belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, mengutip History, beberapa sejarawan menyampaikan bahwa April Mop telah ada sejak tahun 1582.

Saat itu, Perancis mengalami peralihan dari kalender Julian ke kalender Gregorian, sebagaimana yang diminta oleh Dewan Trente di tahun 1563. Kalender Julian merupakan kalender tahun baru yang dimulai dengan titik balik musim semi, sekitar 1 April.

Namun, perubahan kalender tersebut tidak diketahui oleh semua orang dan mereka masih merayakan tahun baru di minggu terakhir bulan Maret sampai 1 April. Padahal, saat itu, tahun baru telah dirayakan setiap 1 Januari. Peristiwa ini akhirnya menjadi gurauan dan kabar bohong yang dikenal dengan “April Mop”.

April Mop juga dirayakan dengan menaruh ikan kertas di punggung atau dikenal dengan istilah “poisson d’avril”, yang dalam bahasa Perancis berarti “ikan April”. Hal ini melambangkan ikan yang mudah ditangkap dan seseorang yang mudah ditipu.

April Mop juga dikaitkan dengan festival seperti “Hilaria” dalam bahasa Latin berarti “kegembiraan”, yang dirayakan di Roma kuno pada akhir Maret oleh para pengikut kultus Cybele.

Pada perayaan ini, orang-orang berdandan, menyamar dan mengejek orang lain. Namun, ada yang berspekulasi bahwa April Mop dikaitkan dengan titik balik musim semi, atau hari pertama musim semi di belahan bumi utara. Sebab, biasanya kondisi alam tidak dapat ditebak dan dianggap membodohi mereka.

Pada abad ke 18, April Mop akhirnya menyebar ke seluruh wilayah Inggris. Sementara di Skotlandia, tradisi ini dirayakan selama dua hari, dimulai dengan berburu burung Cuckoo, dan hari kedua dirayakan dengan gurauan yang dimainkan di pantat seseorang dengan memberikan tanda untuk menendang pantat mereka. April Mop dirayakan karena dianggap membuat banyak orang senang dan tertawa yang dapat mengurangi stres.

Baca juga :  Mengenang Sejarah Hari Buruh 1 Mei

Namun April Mop juga memicu kontroversi, hal ini dikarenakan ada masyarakat yang menilai bahwa April Mop memberikan dampak negatif seperti kebingungan, kekhawatiran, serta membuang waktu dan tenaga. Ditambah lagi dengan maraknya berita bohong (hoax) saat ini, masyarakat diminta harus lebih berhati-hati agar tidak termakan berita bohong. Saat perayaan April Mop, masyarakat harus ekstra waspada dengan berita bohong yang semakin banyak di hari tersebut.

Dikutip dari Tirto.id

Mengambil sumber dari dari Wikipedia, April Mop, dikenal dengan April Fools’ Day dalam bahasa Inggris, diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. Hari ini ditandai dengan tipu-menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, musuh, teman bahkan tetangga dengan tujuan mempermalukan orang-orang yang mudah ditipu.

Di beberapa negara seperti Inggris dan Australia serta Afrika Selatan, lelucon hanya boleh dilakukan sampai siang atau sebelum siang hari. Seseorang yang memainkan trik setelah tengah hari disebut sebagai “April Mop”. Namun di tempat lain seperti Kanada, Prancis, Irlandia, Italia, Rusia, Belanda, dan Amerika Serikat lelucon bebas dimainkan sepanjang hari. Hari itu juga banyak diperingati di Internet.

Perayaan April Mop Oleh Bahasa Pemograman PHP

Bahasa pemograman PHP pun merayakan April Mop ini dengan mengganti logo php pada setiap page ‘php info’. Perhatikan logo PHP pada php info, setiap tanggal 1 April, logo tersebut akan berubah menjadi gambar-gambar lain yang lucu, misalnya gambar anjing, gambar drakula, dan gambar Batman.

Kejadian Nyata yang Dianggap Lelucon Karen April Mop

Rutinitas lelucon April Mop sering membuat orang-orang yang memperingatinya sering meragukan liputan berita yang terbit pada tanggal 1 April.

  • Pada 1 April 1946, gempa bumi disertai tsunami membunuh 165 orang di Hawaii dan Alaska mengakibatkan dibuatnya sistem peringatan tsunami. Di Hawaii, tsunami ini dikenal dengan “Tsunami April Mop”, karena banyaknya orang yang mati karena tidak percaya berita akan kedatangan tsunami tersebut.
  • Pada tahun 1979, Iran menyatakan bahwa 1 April merupakan Hari Republik. Kabar ini dianggap sebagai lelucon hingga tiga puluh tahun kemudian.
  • Pada tanggal 1 April 1984, penyanyi Marvin Gaye ditembak dan dibunuh oleh ayahnya. Awalnya, orang beranggapan bahwa itu adalah berita palsu, terutama mengingat aspek aneh ayah menjadi seorang pembunuh.
  • Persaingan antara Merger Square dan perusahaan saingannya, Enix, terjadi pada 1 April 2003, dan pada awalnya dianggap sebagai lelucon.
  • Peluncuran Gmail pada April 2004 oleh Google juga awalnya dianggap lelucon, karena Google memang terkenal sering memasang lelucon April Mop pada situs mereka.
Baca juga :  Kenapa 22 Desember Dirayakan Sebagai Hari Ibu dan Perbedaannya dengan Mother's Day

Sejumlah Negara Membatasi April Mop

Melansir The Sydney Morning Herald, COVID-19 yang melanda seluruh dunia di tahun 2020 membuat perayaan April Mop mengalami sedikit perbedaan.

Bahkan, di sejumlah negara, April Mop 2020 dibatasi dan dilarang membuat lelucon yang berkaitan dengan COVID-19. Thailand, India, dan Taiwan menindak tegas bagi masyarakat yang menjadikan COVID-19 sebagai lelucon saat perayaan ini.

Berikut beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh beberapa negara terkait dengan perayaan April Mop, diantaranya :

  • Pemerintah Thailand akan memberikan hukuman hingga lima tahun penjara bagi mereka yang melanggar.
  • Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen juga menyampaikan bahwa hukuman tiga tahun penjara atau denda hingga 3 juta dolar Taiwan atau setara dengan 160 ribu dolar AS.
  • Sementara itu, pemerintah India akan memberikan tindakan hukum bagi siapa pun yang menyebarkan berita bohong pada April Mop.
  • Kementerian Kesehatan Jerman dengan imbauan “Corona is no joke” meminta masyarakat untuk tidak mengarang cerita tentang virus tersebut.
  • Agensi Humas di Inggris, Taylor Herring juga menyarankan semua perusahaan yang bekerja sama dengannya untuk tidak melakukan lelucon ini di tahun 2020.
  • Google, sebagai raksasa teknologi, juga mengimbau untuk tidak ikut merayakan tradisi ini untuk menghargai siapa pun yang tengah berjuang melawan COVID-19.

Sumber gambar : Liputan6.com

Comment
Rahman
Rahmanhttps://gubukinspirasi.com
Redaktur Gubuk Inspirasi dan pegiat sastra yang menggelar Perpustakaan Jalanan Besuki membaca setiap hari Sabtu dengan slogan, "Baca gratis seperti udara yang kau hirup"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler