GUBUKINSPIRASI.COMTahukah kamu? Setiap tahunnya tanggal 6 April diperingati sebagai Hari Nelayan Nasional. Peringatan Hari Nelayan Nasional telah ditetapkan pada tahun 1960 lalu sejak pemerintahan Orde Baru.

Hari Nelayan Nasional diperingati sebagai bentuk mengapresiasi jasa para nelayan Indonesia dalam upaya pemenuhan kebutuhan protein dan gizi bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia sekaligus sebagai bentuk pengingat untuk bersyukur dan memajukan kesejahteraan nelayan.

Nenek moyangku orang pelaut,

gemar mengarung luas samudra,

menerjang ombak tiada takut,

menempuh badai sudah biasa~

Sejatinya, Hari Nelayan merupakan tradisi turun-temurun untuk mengungkapkan syukur atas kesejahteraan hidup yang diberikan. Upacara ini diisi dengan tarian tradisional dan pelepasan sajen ke laut dengan harapan agar hasil tangkapan nelayan semakin meningkat. 

Upacara yang diselenggarakan setiap tanggal 6 April ini didasari oleh keadaan geografis Indonesia yang diapit oleh dua samudera, yaitu Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Oleh karena itu, Indonesia memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan.

Dilansir dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2012, sekitar 2,75 juta penduduk Indonesia berprofesi sebagai nelayan. Sementara itu, menurut Badan Pusat Statistik 2014, sekitar 1,5 persen atau 964.231 rumah tangga di Indonesia mengandalkan hidupnya dari menangkap ikan di perairan umum.

Dalam sejarahnya hari nelayan awalnya adalah sebuah tradisi di Pantai Pelabuhanratu, Jawa Barat. Tradisi ini diisi dengan tarian tradisional dan pelepasan sesajen ke laut sebagai bentuk rasa syukur dan harapan, agar bisa mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak.

Namun, di zaman sekarang, peringatan Hari Nelayan Nasional diisi dengan pelepasan benih ikan, udang, dan anak penyu di Pelabuhanratu serta berbagai kegiatan konservasi laut lainnya setiap tahun.

Sumber gambar : www.mongabay.co.id
Klik disini untuk share
Baca juga :  PKL di Tengah Pandemi? Kenapa Tidak! KPI UNUJA Membuktikannya