PROBOLINGGO – Universitas Nurul Jadid terus melakukan inovasi dan kegiatan pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Setelah beberapa saat yang lalu berhasil membentuk pukat (pusat kajian) yang bergerak dalam memberdayakan masyarakat, kini Universitas Nurul Jadid kembali mengadakan kegiatan pemberdayaan masyarakat lain.

Seiring datangnya bulan ramadhan, sebagai tindak lanjut terkait dengan MoU yang dilakukan oleh Universitas Nurul Jadid dengan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II.B Kraksaan, dilaksanakanlah kegiatan Pembinaan Keagamaan Berbasis Kurikulum Pesantren.

Ini merupakan program pembinaan pertama dalam sejarah Rutan Kraksaan yang dilakukan bekerja sama dengan kampus pesantren.

Dua bidang yang menjadi fokus program ini yaitu (1) pembinaan dalam hal penguasaan furudl al-‘ainiyah, dan (2) pengembangan kewirausahaan melalui pemasaran produk-produk kreatif hasil karya warga binaan Rutan.

Kegiatan pembinaan furudl al-‘ainiyah dilaksanakan secara rutin dalam bentuk kajian keagamaan yang dilakukan secara floor. Pembinaan furudl al-‘ainiyah secara rutin dilaksakan setiap usai sholat maghrib hingga ibadah sholat isya.

“Dengan program ini, kita semua patut berharap dan optimis bahwa kelak para ‘alumni’ Rutan Kraksaan akan kembali ke tengah-tengah keluarga dan masyarakat dalam keadaan yang lebih baik dan sejahtera” Terang Staf LP3M Universitas Nurul Jadid terkait dengan program tersebut.

Klik disini untuk share
Baca juga :  Zoona, Aplikasi Karya Mahasiswa yang Sangat Membantu Bisnis Lokal