GUBUKINSPIRASI.COM – Hematohidrosis, atau yang juga dikenal dengan Hematidrosis adalah kondisi yang dapat menyebebkan seseorang akan mengeluarkan keringat dan air mata darah. Kondisi ini terbilang cukup jarang dan meski terkesan menyeramkan Hematidrosis belum terbukti dapat membahayakan nyawa seseorang.

Gejala yang dialami oleh penderita Hematohidrosis adalah ia akan mengeluarkan keringat atau air mata darah meskipun tidak sedang dalam kondisi terluka. Kasus seperti ini cukup jarang terjadi serta penyebab muculnya kondisi ini juga masih belum diketahui secara jelas.

Di India pernah dilaporkan bahwa ada seorang gadis mengalami gejala Hematohidrosis. Pemeriksaan medis akhirnya dilakukan untuk mendeteksi penyebab dari Hematohidrosis yang dideritanya, namun hasil yang didapat  menunjukan bahwa tidak ada kelainan apa pun pada gadis tersebut.

Dr. Frederick Zugibe (mantan Chief Medical Examiner di Rockland County, New York) dalam kuliahnya menyatakan bahwa :” Meskipun hematidrosis dilaporkan terjadi dari keadaan medis yang jarang dijumpai, adanya takut yang berlebihan menjadi penyebab sejumlah kasus yang dilaporkan terjadi, termasuk 6 kasus orang-orang yang dijatuhi hukuman mati, satu kasus yang terjadi saat pengeboman kota London pada waktu Perang Dunia II, satu kasus saat ketakutan akan diperkosa, dan juga ketakutan menghadapi angin ribut saat berlayar dan sebagainya. Dampaknya pada tubuh adalah rasa lemah dan kehilangan air (“dehidrasi”) ringan sampai menengah dari kecemasan yang berat serta kehilangan cairan darah dan keringat.”

PENYEBAB HEMATOHIDROSIS

Informasi mengenai penyebab pasti dari Hematohidrosis belum banyak diketahui, karena penyakit ini sangat langka. Penyebab Hematohidrosis diduga adalah adanya pendarahan pada pembuluh darah kapiler yang mengalirkan darah ke kelenjar keringat. Kapiler adalah pembuluh darah kecil yang terletak di jaringan tubuh yang berfungsi membawa nutrisi penting ke seluruh tubuh.

Baca juga :  10 Cara Mudah Hitamkan Rambut Secara Alami Tanpa Semir

Tubuh biasanya akan memproduksi zat kimia untuk persiapan dalam menghadapi ancaman, seperti hormon kortisol dan adrenalin. Keluarnya kedua zat kimia tersebut membuat tubuh lebih berenergi dan waspada. Namun pada penderita Hematohidrosis, reaksi pertahanan diri ini memicu pecahnya kapiler. Hal tersebut mengakibatkan darah keluar melalui kelenjar keringat dari pembuluh darah yang pecah.

Tekanan darah tinggi, stres berat, tekanan emosional, atau kelelahan ekstren memungkinkan untuk menjadi pemicu dari kondisi Hematohidrosis ini. Selain itu, ada faktor lain yang diduga menjadi penyebab Hematohidrosis.

Pertama, keluarnya darah menstruasi bukan dari rahim. Dan yang kedua adalah psychogenic purpura atau kondisi di mana terjadi pendarahan tiba-tiba tanpa luka atau memar. Namun semua dugaan tersebut masih membutuhkan penelitian lebih mendalam.

MENGATASI HEMATOHIDROSIS

Hematohidrosis memang tidak membahayakan nyawa, namun akibat darah yang keluar tentu akan sangat mengganggu tentunya. Oleh karenanya ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh penderita Hematohidrosis untuk mengatasi penyakit ini.

Penderita Hematohidrosis perlu melakukan serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu, seperti pemeriksaan fisik, dan penunjang berupa tes fungsi hati, ginjal, USG, CT Scan, serta endoskopi. Jika hasil dari hasil tes menunjukan tidak adanya kelainan dan pasien memang sedang stres, kemungkinan dokter akan menyarankan terapi untuk mengontrol stres agar Hematohidrosis tidak muncul.

Selain itu dokter juga akan memberikan beberapa obat penunjang untuk menghentikan pendarahan. Obat-obatan itu nantinya akan menangani faktor pemicu Hematohidrosis, seperti stres dan tekanan darah tinggi.

Sumber tulisan

https://www.alodokter.com/ketahui-hematohidrosis-fenomena-berkeringat-darah
https://id.wikipedia.org/wiki/Hematidrosis

Klik disini untuk share