Sunday, October 2, 2022

Perpustakaan Jalanan Besuki – Langkah Kecil Membangun Minat Baca Masyarakat Besuki

SITUBONDO – Sabtu sore itu, Arifin dan Brewok seperti biasa mempersiapkan buku-buku bacaan dan alas untuk membuka perpustakaan Jalanan.

Perpustakaan Jalanan Besuki dibuka secara rutin setiap hari sabtu. Mulai pukul 16.00 sampai pukul 21.00. Berawal dari inisiatif beberapa orang, kemudian berlanjut hingga kini.

Pertama kali dibuka, tepatnya pada tanggal 21 Februari 2021. Buku bacaan yang menjadi koleksi perpustakaan Jalanan amat terbatas. Hal itu karena buku tersebut rata-rata sumbangan dan donasi.

Kegiatan tersebut terus berkembang, secara konsisten buka setiap minggu. Menawarkan bacaan dan buku-buku keren yang bisa dipinjam secara cuma-cuma.

Selain melayani baca buku di tempat, Perpustakaan Jalanan juga melayani peminjaman buku secara cuma-cuma. Peminjam cukup memberikan data diri dan nomer telepon yang bisa dihubungi.

Hal tersebut sejalan dengan slogannya. Membaca buku dengan gratis seperti menghirup udara dengan bebas.

Apa itu Perpustakaan Jalanan?

Jika bicara tentang perpustakaan Jalanan, gerakan ini lebih cocok disebut sebagai sebuah kegiatan daripada komunitas. Hal ini karena kegiatan yang dibuka secara rutin ini diinisiasi dan dimotori oleh beberapa orang dari beberapa komunitas berbeda.

Sejauh ini, bersumber dari penuturan Arifin dan Arif Brewok selaku motor utama dari Perpustakaan Jalanan. Komunitas yang sudah dan terus membantu Perpustakaan Jalanan antara lain adalah Besuki Underground Society (BUS), IPNU dan IPPNU Besuki, Alumni of Smabes Alumni (ASA) dan Leaf of Life (LOL).

Firman Hamda (Pegiat literasi dari komunitas Titik Koma) dalam kegiatan pembacaan puisi sekaligus ngabuburit di bulan puasa yang diadakan oleh Perpustakaan Jalanan (via Instagram @besukimembaca)

Selain aktif secar rutin membuka dan menggelar Perpustakaan. Perpustakaan Jalanan juga mengadakan beberapa kegiatan sampingan lainnya.

Tercatat, pada bulan Ramadhan 2021 Perpustakaan Jalanan mengadakan pembacaan puisi sekaligus ngabuburit dengan mengundang pegiat literasi dan sastra dari Bondowoso serta sanggar Titik Koma, Probolinggo.

Baca juga :  BEM UNUJA Probolinggo Adakan Unuja In Competition

Perpustakaan Jalanan Besuki juga sempat melakukan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan 14 buah paket sembako untuk masyarakat terdampak pandemi pada kurun waktu April 2021.

Penyaluran 14 paket sembako kepada masyarakat terdampak Pandemi di daerah Besuki oleh Perpustakaan Jalanan (via Instagram @Besukimembaca

Kegiatan tersebut terdokumentasi dan bisa disaksikan di kanal sosial media milik Perpustakaan Jalanan yang beralamat di @besukimembaca

Tidak hanya disitu, Perpustakaan Jalanan Besuki juga aktif dan kritis terhadap isu yang sedang berkembang. Hal itu tercermin dari pelaksanaan kegiatan nobar KPK : The End Game yang bertempat di Besoeki Tempo Doeloe Cafe n Resto.

Dalam kegiatan tersebut, turut datang beberapa tamu dan undangan. Sebagai penyaji dan pembanding diundang Founder Vespa Literasi Bang Abdul Haq beserta Zia Ul Haq salah satu redaktur Alfikr.

Turut datang juga tokoh masyarakat dan pegiat literasi dari daerah Besuki dan sekitarnya. Tercatat, masyarakat Bondowoyo juga turut hadir dan menyemarakkan acara nobar tersebut.

Salah satu masyarakat Bondowoyo sedang mengajukan pertanyaan dalam kegiatan Nobar KPK ; The End Game di Besoeki Tempoe Doeloe Cafe n Resto

“Kami berharap, kegiatan ini terus berjalan. Para penggeraknya terus istiqomah menggelar kegiatan ini. Tujuan Kami sih gak muluk-muluk, masyarakat suka dan mau membaca saja Kami sudah senang” ungkap Arifin terkait Perpustakaan Jalanan Besuki. (*)

(rhmn)

Comment
Rahman
Rahmanhttps://gubukinspirasi.com
Redaktur Gubuk Inspirasi dan pegiat sastra yang menggelar Perpustakaan Jalanan Besuki membaca setiap hari Sabtu dengan slogan, "Baca gratis seperti udara yang kau hirup"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler