Friday, January 21, 2022

Bersinergi dengan Sineas Lokal, PWO Films Adakan Tour “Bicara Dari Balik Layar”

JEMBER – Malam itu, Chord Cafe yang terletak di Jl. Riau Jember menyuguhkan suasana yang berbeda. Tidak ada penampilan live music, namun diskusi seru dan interaktif mengupas tuntas produksi Video klip Ada Band yang dikerjakan oleh PWO Community.

PWO Community bersama rombongan malam itu datang ke Kota Jember. Melanjutkan tour “Bicara Dari Balik Layar” di kota ke-8 yakni Jember.

Kegitan tersebut terlaksana berkat kolaborasi PWO dengan rumah produksi lokal Akasia dan Lakaran Pictures yang merupakan wadah dari Mahasiswa Perfilman Universitas Jember.

Tour “Bicara Dari Balik Layar” adalah kegiatan yang digagas oleh PWO Community untuk mengenalkan basic story telling sekaligus membreakdown Video Klip Ada Band yang dikerjakan oleh PWO Community.

Diproyeksikan sebagai kegiatan penutup akhir tahun 2021, Tour Bicara Dari Balik Layar direncakanan sebagai diskusi di 11 Kota yang meliputi :

  • 1. Bangkalan, 29 Okt 2021
  • 2. Sampang, 30 Okt 2021
  • 3. Pamekasan, 30 Okt 2021
  • 4. Surabaya, 6 Nov 2021
  • 5. Bojonegoro, 7 Nov 2021
  • 6. Lamongan, 8 Nov 2021
  • 7. Jember, 10 Nov 2021
  • 8. Banyuwangi, 11 Nov 2021
  • 9. Probolinggo, 13 Nov 2021
  • 10. Tulungagung, 6 Des 2021
  • 11. Kediri, 7 Des 2021

Dalam tour di kota ke-8 Jember. Ipank PWO yang menjadi pembicara bersama dengan Luayyi Teleng.

Diskusi malam tersebut dimulai dengan obrolan santai yang kemudian dilanjutkan dengan breakdown video klip Ada Band yang dikerjakan oleh PWO Community baru-baru ini.

Ipank mengupas tuntas video klip tersebut, mulai dari pembuata cerita, persiapan set hingga proses pengambilan gambar.

Sebagai seorang narrator dan penulis cerita, Ipank menjelaskan banyak tentang psikologi sebuah naskah dan beats yang ada dalam sebuah cerita.

Baca juga :  Minimnya Kurikulum Filmmaking di Jawa Timur, PWO Foundation dirikan Sekolah Gratis

Seusai sesi breakdown, Ipank kemudian bercerita banyak tentang perjalanan PWO Community dan tour Bicara Dari Balik Layar yang sudah sampai ke kota ke-8.

Resah dengan Tidak Adanya Kurikulum Storytelling di SLTA

Alasan terbesar sekaligus pendorong dari Tour tersebut menurut Ipank adalah minim bahkan tiadanya kurikulum story telling di SLTA.

“Kurikulum dan materi story telling masih tidak ada di SLTA, padahal banyak anak muda yang ingin menjadi sineas, tidak hanya di pusat bahkan di lokal” Ucapnya.

Hal tersebut kemudian menjadi cikal bakal dari PWO Foundation yang baru-baru terbentuk dan ditujukan sebagai sekolah storrytelling untuk SMA, SMK dan Mahasiswa.

Berbicara tentang Tour Bicara Dari Balik Layar. Ipank berharap, kegiatan tersebut dapat menciptakan sinergitas berkarya dan menumbuhkan semangat sineas-sineas lokal agar tetap dan dapat berkarya secara konsisten.

Dalam penutup, Ipank sedikit menceritakan tentang rencana Tour lain dari PWO Community pada tahun depan.

Rencananya, PWO akan kembali melakukan Tour dengan target 100 SMK se-Jawa Timur yang akan dilaksanakan di awal tahun 2022. (*)

(rhmn)

Comment
Rahmanhttps://gubukinspirasi.com
Redaktur Gubuk Inspirasi dan pegiat sastra yang menggelar Perpustakaan Jalanan Besuki membaca setiap hari Sabtu dengan slogan, membaca gratis seperti engkau menghirup udara

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler