Thursday, October 6, 2022

Tour “Bicara Dari Balik Layar” PWO Films Sampai di Kota ke-10

PROBOLINGGO – Rangkaian tour akhir tahun PWO Films yang bertajuk “Bicara Dari Balik Layar” kini sudah menginjak kota yang ke-10.

Tour Bicara Dari Balik Layar merupakan kegiatan akhir tahun PWO Films sekaligus kegiatan diskusi dengan sineas-sineas lokal Jawa Timur membahas tentang Video Music Berharap Cinta Ada Band yang baru saja dikerjakan oleh PWO Films.

Setiap Kota Punya Cerita Masing-masing

Bertempat di Pondok Pesantren Nurul Jadid, berkolaborasi dengan Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, kunjungan kali ini merupakan kunjungan kedua PWO Films ke Probolinggo bertempat di Wisma Dosen Universitas Nurul Jadid pada hari Sabtu (13/11/21).

Kunjungan pertama PWO adalah saat kegiatan bedah film Antara yang baru saja diproduksi oleh PWO pada waktu ini, kali ini Mereka datang kembali, namun bukan dengan film pendek namun sebuah music video.

Ipank memulai sesi pada pagi hari tersebut dengan breakdown singkat tentang music video Berharap Cinta dari Ada Band yang baru saja Mereka kerjakan.

“Biasanya diskusi Kami dilaksanakan pada malam hari, baru kali ini diskusi Kita dilakasanakan pada pagi hari” Ucap Ipank kepada para peserta pagi itu.

Dari beberapa kota yang sudah dikunjungi selama pagelaran tour Bicara Dari Balik Layar, semua kota mengadakan diskusi pada malam hari.

“Ini pertama kalinya Kita diskusi pakai Videotron, jadi gambarnya jernih dan jelas” Canda Ipank kembali.

Tour di Kota ke-10 yang bertempat di Universitas Nurul Jadid memang cukup berbeda. Selain dilaksanakan di pagi hari, kegiatan diskusi juga dilakukan secara indoor. Tidak seperti Kota lain yang bertempat di Cafe ataupun ruang terbuka lainnya.

Diskusi Interaktif dan Menarik

Diskusi sekaligus breakdown musik video Berharap Cinta Ada Band yang dibawakan oleh PWO Films cukup menarik animo peserta yang hadir pada pagi hari itu.

Baca juga :  Tembus 13 Juta Viewer Dalam 24 Jam - Treasure Comeback Dengan Jikjin Sebagai Tracklist

Banyak pertanyaan interaktif yang diajukan. Mulai dari proses penulisan script musik video Ada Band hingga seluk beluk proses make up artist selama syuting music video tersebut.

Hachi menjawab pertanyaan peserta terkait dengan proses make up selama syuting musik video Berharap Cinta Ada Band. Foto via Glen

“Seru nih, dari sekian Kota baru kali ini ada yang tanya tentang proses MUA pada syuting video klip Ada Band” Ungkap Hachi yang merupakan lead MUA dalam pembuatan video musik tersebut.

Hachi kemudian menceritakan sekelumit proses make up dan hair do yang dilakukan selama syuting video musik tersebut. Selain itu, Hachi juga memberikan tips dan trik untuk membangun keakraban dengan crew selama syuting.

“Kita kan baru nih, Mereka (Ada Band) belum kenal dengan Kita. Nah, kunci untuk membangun chemistry yang baik itu adalah dengan pendekatan kekeluargaan” Jelas Hachi

“Kita tanyakan tuh, Mereka habis dari mana, capek atau tidak, Kita observe lebih dahulu, Kita kenali kondisi Mereka lalu kemudian tentukan treatment yang tepat” Lanjut Hachi.

Ia kemudian menceritakan proses pembangunan Chemistry dengan personel Ada Band selama proses syuting musik video Berharap Cinta tersebut.

“Aku mulai dengan massage ringan di wajah sambil ngobrol ringan untuk menumbuhkan Chemistry sekaligus mempersiapkan kulit mereka untuk kemudian di beri make up” Terang Hachi terkait proses pembangunan Chemistry nya dengan personel Ada Band.

Gelisah dengan Kurikulum Story Telling di SMK

Sebagai pembuka dalam sesi diskusi, Ipank menceritakan betapa Ia cukup gelisah dengan kurikulum SMK, khususnya SMK Multimedia.

“Kita melakukan survey di Jawa Timur ini ada 300 an SMK Multimedia” Ucap Ipank

“SMK Multimedia ini tugas akhirnya membuat video layanan masyarakat, tapi tidak ada kurikulum story telling di SMK. Bagaimana bisa Mereka men-deliver sebuah pesan jika tidak ada kurikulumnya sama sekali?” Lanjut Ipank.

Baca juga :  Paguyuban Paku Lima - Sebuah Cerita Panjang Perjuangan Masyarakat Pesisir Mandaran

Hal tersebutlah yang kemudian membuat Ipank akhirnya membangun PWO Foundation. Sekolah story telling gratis untuk SMA, Mahasiswa dan Umum.

“PWO Foundation ini anak baru Saya, harapan Saya untuk membumikan story telling di kalangan muda” Harap Ipank.

Sebagai tindak lanjut dari dibentuknya PWO Foundation, Ipan bersama dengan tim berencana melakukan tour lanjutan yang akan dilaksanakan pada tahun 2022.

“Tahun 2022, Kami berencana melakukan Tour ke 100 SMK Multimedia di Jawa Timur. Nanti Kita syuting bareng lalu hasilnya Kita jadikan 1 buah film panjang” Jelas Ipank terkait dengan rencana tour tersebut.

“Mohon dukungan doa dan supportnya untuk mimpi dan harapan Kami di tahun yang akan datang” Ucap Ipank mengakhiri diskusi pada pagi hari tersebut.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dokumentasi dan foto bersama. (*)

(rhmn)

Comment
Rahman
Rahmanhttps://gubukinspirasi.com
Redaktur Gubuk Inspirasi dan pegiat sastra yang menggelar Perpustakaan Jalanan Besuki membaca setiap hari Sabtu dengan slogan, "Baca gratis seperti udara yang kau hirup"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler