Friday, August 12, 2022

Mahasiswa Program Pejuang Muda Adakan Koordinasi dengan Wabup Situbondo, Ini Detailnya

SITUBONDO – Bertempat di wisma bupati Situbondo, Senin (29/11/21) puluhan mahasiswa yang berasal dari program Pejuang Muda datang dan melakukan koordinasi dengan wabup Situbondo.

Sembilan belas orang mahasiswa/i asli Situbondo yang berhasil lolos tes seleksi Program Pejuang Muda bertamu ke wisma Bupati dan ditemui wabup Situbondo Hj. Khoirani, S.Pd., M.H malam itu.

Sebagai informasi, Pejuang Muda merupakan program sinergi antara Kemensos, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta Kementerian Agama yang diperuntukkan bagi mahasiswa agar berperan dalam penanganan kemiskinan dan masalah sosial di masyarakat.

Menteri Sosial Tri Rismaharini meluncurkan Program Pejuang Muda kolaborasi Kementerian Sosial dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) sebagai bagian dari upaya percepatan pengentasan masalah sosial di Indonesia, secara virtual pada Jumat (17/09). 

“Program ini nantinya memiliki fokus social entrepreneurship (kewirausahaan sosial). Mahasiswa diberikan kesempatan mencari pengalaman di lapangan secara langsung ke daerah prioritas yaitu daerah pascabencana, daerah kantong-kantong kemiskinan, daerah Komunitas Adat Terpencil (KAT) di seluruh nusantara,” kata Mensos.

Mahasiswa berperan sebagai agen perubahan sosial

Dalam program ini, mahasiswa diproyeksikan sebagai agen perubahan sosial, melalui kegiatan-kegiatan seperti pemetaan masalah, identifikasi alternatif solusi, formulasi solusi terbaik, perencanaan sumber daya dan capaian, pengerahan peran serta elemen masyarakat, implementasi dan pelaporan serta pengukuran dampak.

“Mahasiswa juga bisa mengikuti kategori program sesuai jurusan atau isu yang menarik baginya antara lain isu Pengembangan Program Bantuan Sosial, Pemberdayaan Fakir Miskin dan Lansia, Pola Hidup Sehat dan Kesehatan Lingkungan, dan Fasilitas untuk Kepentingan Umum,” kata Mensos.

Aktivitas gabungan dapat dilakukan melalui dua bentuk yakni offline dan online. Aktivitas offline yakni mahasiswa turun langsung ke lapangan dengan terlibat aktif dalam yayasan, panti atau balai sosial di daerah. Sedangkan aktivitas online dilakukan mahasiswa agar lebih inklusif sehingga menjadi jembatan bagi daerah dan publik luas yang tergerak membantu.

Baca juga :  Tingkatkan Pengalaman Kerja, Prodi KPI Unuja Terjunkan Mahasiswanya untuk Laksanakan PKL

“Program ini terbuka untuk mahasiswa minimal semester 5 pada semua program studi program sarjana (S1) dan minimal IPK 2,75. Kita siapkan untuk 514 kabupaten/kota. Yang jelas para mahasiswa akan diberikan dana untuk transportasi dan operasional serta experience kalau ingin membuat proyek dan biaya untuk pertemuan. Kita akan fasilitasi untuk itu,” ucap Mensos Risma.

Program Pejuang Muda tahun 2021 sendiri diikuti oleh lebih dari 20.000 pendaftar dan menghasilkan 5140 mahasiswa dan 60 dosen sebagai mentor dalam program tersebut.

Dari jumlah tersebut, setiap kabupaten dan kota terdiri dari sekitar 15-20 mahasiswa sesuai dengan domisilinya masing-masing.

Untuk kabupaten Situbondo, menurut penuturan salah satu mahasiswa yang lolos program Pejuang Muda menyebutkan bahwa terdapat 19 orang mahasiswa/i yang berhasil lolos dan berasal dari berbagai Universitas di seluruh Indonesia.

Adapun hasil pertemuan dan koordinasi yang dilakukan pada Senin malam tersebut menghasilkan 3 buah item dan kesepakatan yaitu: Based Project Desa Binaan, serta verifikasi dan validasi data DTKS. (*)

(rhmn)

Comment
Rahman
Rahmanhttps://gubukinspirasi.com
Redaktur Gubuk Inspirasi dan pegiat sastra yang menggelar Perpustakaan Jalanan Besuki membaca setiap hari Sabtu dengan slogan, "Baca gratis seperti udara yang kau hirup"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler