Wednesday, October 5, 2022

10 Kiat Memulai Bisnis Kuliner yang Menjanjikan dan Contoh Suksesnya

Memulai bisnis kuliner atau makanan adalah ladang cuan paling tepat. Semua orang pasti butuh makan. Belum lagi banyak orang Indonesia doyan kulineran. Jasa pesan-antar makanan juga sedang subur-suburnya. Jadi, memulai bisnis kuliner sama dengan menjemput kejayaan finansial.

Tapi jangan salah. Meski nampaknya menjanjikan, kemungkinan bisnis makanan untuk gagal juga sangat tinggi. Sebanyak 60 persen bisnis kuliner bubar di tahun pertamanya. Lalu, 80 persen takkan bertahan sampai dengan tahun kelima.

Supaya Anda tak mengikuti jejak mereka yang gagal, ada baiknya Anda melakukan persiapan matang sebelum memulai bisnis kuliner. Di sini, kami akan membantu Anda dengan 12 tips dan cara memulai bisnis kuliner:

  1. Pahami keunikan produk
  2. Pahami target pasar
  3. Buat konsep bisnis
  4. Desain produk
  5. Tentukan lokasi usaha
  6. Buat rencana anggaran
  7. Buat SOP
  8. Rekrut pegawai
  9. Promosikan via sosmed
  10. Daftar Google Bisnisku
  11. Buat website
  12. Gunakan aplikasi kasir untuk pembukuan

Tak cuma berbagi tips saja kosong saja. Kami juga akan membedah rahasia para pebisnis kuliner yang sukses. Pasti penasaran, kan? Makanya, simak terus artikel ini sampai selesai ya

10 Cara Memulai Bisnis Kuliner yang Menjanjikan

Masih banyak orang yang memulai bisnis secara asal-asalan. Tak ada rencana. Tak ada hitung-hitungan. Pokoknya jalan saja. Masalahnya, cara berbisnis macam ini rawan sekali gagal. Entah itu karena kesalahan manajemen. Apa malah, karena bisnis kulinernya memang tak diminati oleh pasar.

Untuk menghindari hal-hal macam itu, Anda perlu merencanakan bisnis secara matang. Mulai dari konsep, produk, target konsumen, sumber daya manusia, promosi, dan sebagainya. Untuk lebih lengkapnya, ikuti cara memulai bisnis kuliner di bawah ini.

1. Pahami keunikan produk bisnis makanan Anda

Kemungkinan besar Anda sudah punya ide ingin menjual apa. Mungkin jenis makanan besar seperti mie ayam, soto, nasi goreng, atau rice box? Minuman macam kopi susu, Thai tea, atau jamu kemasan? Apa malah cemilan ringan?

Apapun itu, jangan berhenti sampai ide saja. Anda perlu lanjutkan dengan mencari keunikan produk (unique selling points / USP) yang ingin dijual. Sebab tanpa keunikan produk, bisnis kuliner Anda gampang kalah saing dengan kompetitor. Lewat keunikan produk pula lah, calon pelanggan tertarik untuk membeli dan mencoba produk Anda.

Untuk bisa menemukan nilai jual yang unik, Anda bisa ikuti langkah-langkah berikut:

  • Tulis semua fitur dan kelebihan produk yang Anda jual. Fokus ke kelebihan produk yang Anda punya. Misalnya, enak, murah, porsi mengenyangkan, dan sebagainya.
  • Tulis kelebihan produk yang menjawab kebutuhan pelanggan. Posisikan diri Anda sebagai pembeli. Kemudian jawab pertanyaan, kenapa saya mau membeli produk ini? Beberapa jawaban yang mungkin ialah, kemasannya bagus, penyajian cepat, murah, dan sebagainya.
  • Tulis hal-hal tentang produk yang tak dimiliki oleh kompetitor. Untuk yang satu ini, Anda perlu menilik usaha kuliner yang dimiliki kompetitor. Coba cari tahu kelemahan produk atau hal yang tak dilakukan kompetitor. Lalu, gunakan itu untuk memperbaiki produk Anda sendiri.

Setelah langkah-langkah di atas dilakukan, harapannya Anda sudah menemukan keunikan produk Anda sendiri. Tapi, bukan berarti usaha Anda berhenti sampai situ. Anda masih perlu mencari cara untuk memperkenalkan keunikan produk.

Cara termudahnya ialah menggunakan kata kunci dari langkah sebelumnya. Kemudian, pakailah kata kunci itu dalam sebuah kalimat yang singkat, padat, dan jelas. Kalau bingung, Anda bisa contoh kalimat-kalimat dari bisnis makanan ini:

  • Starbucks ━ berbagai pilihan minuman kopi dengan kualitas premium;
  • M&Ms ━ coklat yang lumer di mulut, bukan cair di tangan;
  • Domino’s Pizza ━ pizza gratis jika tidak sampai dalam 30 menit.

Begitulah kira-kira cara menemukan dan menunjukkan unique selling points sebuah produk.

2. Pahami target pasar

Untuk memulai bisnis kuliner, Anda juga wajib memahami target pasar yang dituju. Dengan begitu, Anda akan tahu betul apa yang harus dilakukan agar bisnis kuliner ramai. Baik dari sisi desain produk sampai dengan cara promosinya.

Supaya bisa memahami target pasar dengan tepat, Anda bisa lakukan hal-hal di bawah ini:

  • Buat perkiraan siapa yang paling membutuhkan produk Anda. Tak ada rumus pasti untuk melakukan hal satu ini. Kira-kira saja. Semisal Anda menjual produk kopi susu, siapakah target pasar paling strategis? Mahasiswa? Karyawan kantoran? Pekerja lepas?
  • Survei bisnis miliki kompetitor. Datangi bisnis kuliner milik kompetitor. Jajal beberapa produknya. Lalu coba buat perkiraan, siapa yang jadi target pasar mereka? Hal apa yang disukai pelanggan dari produk kompetitor? Kira-kira hal apa yang bisa Anda tiru dan kembangkan lagi?
  • Perhatikan review pelanggan dari bisnis kompetitor. Untuk melengkapi pemahaman soal target pasar, cari tahu juga bagaimana orang-orang menilai bisnis milik kompetitor. Supaya lebih objektif, Anda bisa memantau review langsung dari platform macam Google My Business, TripAdvisor, Qraved, Traveloka Eats, dan sebagainya.
  • Bicara dengan (calon) pelanggan. Cara paling efektif untuk mengenali target pasar ialah bicara langsung dengan calon pelanggan. Untuk itu, coba gali insight seputar bisnis kuliner dari teman-teman terdekat atau kolega Anda. Apa jenis makanan, minuman, atau snack yang mereka sukai? Berapa harga yang pantas untuk satu porsi produk yang dijual? Adakah varian produk yang ingin dicoba?
  • Buat buyer persona. Buyer persona merupakan gambaran ideal target pasar yang Anda sasar. Gambaran ini dibuat berdasarkan riset dan informasi yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Berbekal buyer persona, Anda bisa mengembangkan produk secara tepat dan melakukan promosi produk dengan lebih terarah.

3. Buat konsep bisnis

Setelah lama menggodok ide bisnis kuliner, saatnya membuat ide itu lebih konkret. Caranya tak lain adalah menuangkannya dalam konsep bisnis alias business plan.

Meski judulnya baru “rencana” bukan berarti konsep bisnis dibuat asal-asalan. Selain dijadikan pedoman menjalankan bisnis, konsep ini juga membantu Anda dilirik investor untuk dapat suntikan modal.  Maka dari itu, Anda perlu menggarap business plan dengan lebih serius.

Contoh Bussiness plan untuk kuliner / via Gramedia Digital

Barusan saja Anda membaca contoh format business plan untuk UMKM Kuliner. Meski ringkas dan singkat, Kami yakin bahwa contoh di atas sudah dapat memberi Kalian gambaran tentang bisnis yang akan Kalian bangun.

Maka dari itu, untuk sementara Anda boleh seadanya mengisi business plan. Nanti ketika Anda sudah menyelesaikan artikel ini, Anda bisa menyusun business plan dengan lebih lengkap.

4. Desain produk

Desain produk adalah langkah yang tak boleh Anda anggap sepele. Langkah ini menentukan banyak aspek penting dalam perjalanan bisnis kuliner Anda. Mulai dari pemilihan bahan baku, harga pokok penjualan, rasa dan kualitas, kemasan, rasa serta kualitas produk, dan banyak lagi lainnya.

Kami percaya, kalau soal desain produk Anda lah jagonya. Anda mungkin punya resep turun temurun dari keluarga yang akan jadi andalan. Apa malah, Anda pintar berkreasi membuat kuliner unik nan kekinian. Maka untuk itu, kami percayakan desain produk sepenuhnya pada Anda.

Baca juga :  Luar Biasa!! 29 Mahasiswa UNUJA Raih Kompetisi Inovasi Bisnis Mahasiswa (KIBM)

Namun, supaya Anda bisa lebih efektif melakukannya, ada beberapa tips yang ingin kami bagi. Tips ini tak bermaksud menggurui. Tapi, bisa jadi pegangan agar produk yang Anda bisa menghasilkan keuntungan maksimal:

  • Catat semua bahan dan proporsi yang dipakai untuk membuat produk. Ini akan memudahkan Anda dalam menghitung harga pokok penjualan dan membuat standard operational procedure (SOP).
  • Buat beberapa jenis sampel produk untuk satu varian produk yang ingin dijual. Dengan begini, Anda bisa tahu mana resep paling enak untuk produk yang ingin dijual. Jangan lupa minta pendapat ke orang-orang yang jadi target pasar Anda.
  • Pikiran juga banyaknya porsi untuk tiap produk yang ingin dijual. Apakah Anda ingin menjual satu jenis produk dalam dua jenis porsi? Apakah porsi yang ditawarkan sudah sesuai dengan harga yang Anda tawarkan?
  • Sekalian pikirkan opsi kemasan yang paling baik. Coba eksplor jenis kemasan yang paling pas untuk produk yang Anda jual. Mangkuk kertas? Kardus? Plastik mika? Gelas plastik?
  • Pikirkan juga desain kemasan agar nampak menarik dan menjual. Apakah menambahkan desain visual pada kemasan cukup? Apakah Anda perlu berpikir out of the box dengan membikin bentuk kemasan yang unik?

Ingat! Catat semua pengeluaran yang ada di tahap ini. Entah itu untuk bahan-bahan membuat produk, harga kemasan, hingga desain untuk mendekor kemasan itu sendiri.

Sekilas ini memang terdengar merepotkan. Tapi, percayalah ini sangat penting dan bermanfaat untuk bisnis jangka panjang. Anda jadi tahu berapa modal yang perlu dikeluarkan untuk setiap produk yang dijual.

Lalu, Anda bisa mengejar keuntungan dengan lebih terukur dan efisien. Tak ada lagi istilah “kira-kira” untuk memberi harga produk yang akan Anda jual.

5. Tentukan lokasi usaha bisnis makanan

Location, location, location. Itu adalah prinsip yang harus dipegang ketika memulai bisnis. Tak terkecuali ketika harus memulai bisnis kuliner.

Entah restoran atau sekadar drive thru, lokasi tetap berperan penting bagi bisnis kuliner. Anda tentu tak mau kan, bisnis sepi pelanggan hanya karena salah pilih tempat jualan?

Makanya, kami sengaja mengumpulkan beberapa tips untuk membantu Anda memilih lokasi usaha:

  • Pilih tempat yang gampang kelihatan. Idealnya, lokasi bisnis makanan itu haruslah yang mudah dilihat dan ditemukan orang. Semakin dekat lokasi bisnis dengan jalan raya atau tempat strategis lainnya, semakin Anda diuntungkan. Ibarat promosi gratis, Anda bisa mengundang pengunjung hanya dengan modal “kelihatan”.
  • Tentukan ukuran tempat. Anda sudah harus tahu seberapa luas tempat yang Anda butuhkan untuk jadi tempat usaha. Apakah Anda menginginkan tempat makan di tempat (dine in) yang luas? Apa ruang tunggu sederhana untuk pick up pesanan saja cukup?
  • Sediakan area parkir. Pahami bahwa ini adalah hal wajib yang perlu Anda pikirkan. Tanpa adanya tempat parkir, calon pelanggan akan berpikir 100 kali untuk mampir ke tempat jualan Anda. Percayalah.
  • Pastikan lokasi usaha sudah dilengkapi dengan fasilitas dasar. Pastikan tempat yang Anda pilih sebagai tempat berusaha tak butuh terlalu banyak renovasi. Minimal, pastikan ia sudah punya toilet, sistem pembuangan air yang beres, dan ventilasi yang baik.
  • Lihat lingkungan sekitar lokasi incaran. Apakah lokasi yang Anda pilih juga merupakan pusat bisnis? Produk apa yang dijual oleh “tetangga” Anda? Atau justru Anda lah satu-satunya pebisnis kuliner di lokasi Anda? Teorinya, lokasi yang sudah terkenal ramai bisa membuat bisnis Anda laris. Namun, bisa jadi itu malah membuat bisnis Anda punya saingan banyak. Maka dari itu, pertimbangan juga bagaimana lingkungan sekitar lokasi bisnis Anda.
  • Komunikasikan semua hal teknis dengan pemilik lokasi. Jangan sampai hal-hal remeh mengganggu bisnis yang sedang Anda jalankan. Untuk itu, bicarakan semua hal teknis menyangkut maintenance ke pemilik lokasi. Siapa yang bertanggung jawab untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan fasilitas? Apakah harga sewa sudah termasuk biaya listrik dan air?
  • Mulai sedikit demi sedikit. Menemukan lokasi strategis mungkin membuat Anda tak sabar membayar sewa tempat. Supaya hemat dan menguntungkan, Anda bahkan ingin membayar sewa tiga tahun di awal! Eh, tunggu dulu. Jangan terburu-buru. Mulailah dengan sewa dengan durasi waktu paling sedikit. Strategi ini diperlukan untuk menghindari kemungkinan terburuk saat menjalankan bisnis.

Kira-kira itulah tips yang bisa kami rangkum untuk memilih lokasi usaha. Jika Anda sudah temukan lokasi usaha yang klik, mari lanjutkan dengan caramemulai bisnis kuliner selanjutnya.

6. Buat rencana anggaran bisnis kuliner

Bagi sebagian orang, ini mungkin jadi hal yang paling menyeramkan. Tak heran kalau banyak orang menghindarinya. Lalu, menyerahkan pekerjaan ini ke akuntan atau pihak profesional lainnya.

Hanya saja langkah itu terlalu berisiko untuk bisnis mikro, kecil, dan menengah. Daripada membayar orang untuk menghitung dan membuat rencana anggaran, akan lebih baik kalau Anda belajar melakukannya sendiri.

Anda sebetulnya tinggal mendaftar pengeluaran apa saja yang diperlukan untuk bisnis kuliner. Pengeluaran itulah yang kemudian dijadikan patokan untuk mengejar jumlah penjualan.

Supaya tak repot, berikut kami buatkan tabel sederhana yang bisa langsung Anda pakai untuk membuat rencana anggaran. Tabel ini boleh Anda ubah dan sesuaikan dengan detail pengeluaran versi Anda.

Supaya anggaran keuangan Anda tetap sehat, pastikan Anda menerapkan prinsip 68 persen. Prinsip ini memastikan agar pengeluaran bisnis Anda tak melebihi 68 persen dari keseluruhan keuangan perusahaan. Begini pembagian lengkapnya:

  • Bahan baku dan produk ─ 30 persen.
  • Sumber daya manusia ─ 25 persen.
  • Sewa tempat usaha ─ 10 persen.
  • Tagihan (listrik, air, dan gas) ─ 3 persen.

Perlu diingat kalau pembagian di atas sifatnya tak saklek. Anda bebas mengubahnya sesuai dengan kebutuhan. Pun, akan lebih bagus lagi kalau Anda memasukkan elemen “promosi dan iklan” di bagian pengeluaran.

Poin pentingnya, Anda setidaknya perlu mengejar keuntungan sejumlah 32 persen dari total modal yang dikeluarkan. Dengan begitu, Anda bisa tetap bertahan, memutar uang, dan terus menjalankan bisnis kuliner yang menjanjikan.

7. Buat Prosedur Operasi Standar / Standard Operating Procedure (SOP)

Ketika memulai bisnis kuliner, membuat Prosedur Operasi Standar (SOP) adalah hal yang tak boleh terlewat. SOP ini akan membantu Anda menjalankan bisnis secara efektif dan konsisten. Terutama kalau Anda bermaksud mengembangkan dan bahkan menjual lisensi bisnis ke pihak lain.

SOP berbeda halnya dengan job description. Ketika job description sifatnya umum dan pendek, SOP punya bentuk yang lebih detail. Bahkan, bisa ada beberapa SOP untuk sebuah posisi pekerjaan. Jadi, kira-kira begini lah bentuk sebuah SOP yang ideal:

  • Simpel ─ SOP haruslah sederhana, singkat, dan mudah dipahami;
  • Detail ─ SOP juga harus menjelaskan langkah-langkah dengan detail untuk mengurangi kesalahan pegawai dalam mengeksekusi tugas;
  • Spesifik ─ setiap SOP harus dibuat spesifik untuk satu tujuan tertentu, tidak bisa dicampur atau digabung dengan tugas yang berbeda;
  • Rajin diperbaharui ─ SOP yang bagus harus selalu diperbaharui agar tetap akurat dan relevan dengan praktik sehari-hari.
Baca juga :  20+ Ide Bisnis untuk Milenial dan Gen Z Dengan Modal Minim

Supaya tak bingung-bingung, berikut template SOP yang bisa Anda pakai dan ubah sesuai kebutuhan.

Untuk keperluan bisnis makanan , Anda bisa membuat beberapa SOP sekaligus. Misalnya saja, Anda bisa buat SOP khusus untuk melayani pelanggan, SOP untuk membuka toko, SOP untuk menyiapkan dan membuat produk, SOP untuk menutup toko, dan sebagainya.

Pastikan Anda sudah membuat SOP sebelum merekrut tim. Minimal, persiapkan draf kasar untuk hal-hal yang berhubungan langsung dengan operasional toko dan pembuatan produk. Dengan begitu, Anda bisa menentukan berapa pegawai yang dibutuhkan dan apa saja tugasnya dengan lebih tepat.

8. Rekrut pegawai

Merekrut pegawai untuk bisnis mungkin terdengar mudah. Tapi sayangnya, tak selalu demikian. Terutama kalau sudah bicara soal bisnis kuliner.

Segmen bisnis satu ini terkenal punya turnover rate atau kecenderungan pegawai keluar sangat tinggi. Bahkan turnover rate di bisnis kuliner lebih tinggi 10-15 persen dari rata-rata semua segmen bisnis, yaitu 73 persen.

Maka dari itu, Anda perlu kiat khusus untuk merekrut pegawai khusus untuk bisnis kuliner. Berikut kami rangkum kiat-kiat yang akan membantu Anda memulai bisnis makanan. Baik bisnis kuliner online ataupun bisnis kuliner restoran.

  • Sediakan bagian/staff khusus untuk merekrut pegawai. Seperti yang sudah dibilang, bisnis kuliner punya turnover rate yang sangat tinggi. Itu artinya, Anda akan sering sekali melakukan rekrutmen pegawai. Supaya lebih efektif dan tak mengganggu jalannya bisnis, ada baiknya untuk menyediakan seorang khusus untuk mengetes dan merekrut pegawai baru.
  • Tentukan posisi yang diperlukan. Anda perlu spesifik ketika menyebut posisi pekerjaan yang dibutuhkan. Terutama ketika Anda bermaksud membuat restoran dengan skala besar. Sebab, satu posisi saja bisa punya detail tugas yang cukup banyak.
  • Jabarkan tugas tiap posisi dan syaratnya. Untuk tiap lowongan yang Anda buka, Anda juga harus menjabarkan detail pekerjaan dan persyaratan bagi calon pegawai. Kalau Anda sudah membuat SOP sebelumnya, bagian ini seharusnya takkan merepotkan. Justru, Anda tinggal membuat versi super singkat dari SOP yang sudah dibuat.
  • Kerja sama dengan penyalur tenaga kerja, sekolah kejuruan, dan sekolah vokasi lainnya. Pasar tenaga kerja bisnis kuliner itu sangat spesifik. Makanya, Anda tak bisa memasang lowongan pekerjaan di sembarang tempat. Kalau memang Anda ingin membuat restoran yang berkualitas, cobalah bekerja sama dengan sekolah atau pihak penyalur tenaga kerja yang bergerak di bidang hospitality dan F&B.
  • Sediakan waktu untuk training pegawai baru. Detail tugas dan SOP mungkin akan membantu pegawai untuk menjalankan pekerjaannya. Namun, Anda tetap perlu meluangkan waktu untuk melakukan pelatihan dasar. Dengan begitu, Anda bisa terus memperbaiki dan memantau performa pegawai. Lebih penting lagi, cara inilah yang dipakai agar Anda bisa mempertahankan standar kualitas bisnis.
  • Mulai rekrutmen seawal mungkin. Proses rekrutmen bisa memakan waktu lama dan tenaga yang banyak. Makanya, mulai lah proses rekrutmen seawal mungkin. Supaya Anda berhasil merekrut pegawai dengan kapasitas dan kemampuan yang paling sesuai dengan bisnis Anda.

Begitulah kira-kira tips khusus yang diperlukan untuk merekrut pegawai. Pada titik ini, asumsinya Anda sudah bisa menjalankan bisnis kuliner dengan lancar. Maka dari itu, mari beralih ke topik bahasan yang lebih seksi, yaitu marketing.

9. Promosi via sosmed

Memang ada begitu banyak channel marketing yang dapat dipakai bisnis kuliner. Namun, social media marketing lah yang kami kira paling menjanjikan untuk bisnis makanan. Entah bisnis makanan Anda spesifik untuk “makan di tempat” ataupun bisnis kuliner online, promosi via sosmed tetap jadi andalan.

Kalau Anda bermaksud mengurus promosi via sosmed sendiri, tips di bawah ini boleh dijadikan pegangan:

  • Buat tim pengelola. Anda tentu tak bisa benar-benar mengerjakan promosi di sosmed sendirian. Sebab, ada begitu banyak hal yang harus diurus. Mulai dari membuat konten, mengeditnya, posting, hingga membalas komentar. Makanya, buatlah tim kecil khusus untuk mengerjakan promosi sosmed. Setidaknya, Anda punya kamerawan, model, dan admin sosmed.
  • Tentukan tujuan promosi sosmed. Anda harus punya tujuan jelas ketika ingin menjalankan social media marketing. Apakah tujuan Anda meningkatkan penjualan? Brand awareness? Leads? Engagements? Apapun itu harus jelas agar Anda bisa mengevaluasi usaha marketing Anda sendiri.
  • Rencanakan konten dan buat jadwalnya. Supaya lebih teratur dan terdokumentasi dengan baik, buatlah jadwal konten yang akan diposting. Anda bisa memanfaatkan Google Calendar, Trello, atau tools digital marketing lainnya.
  • Respons komentar pengguna sosmed. Pastikan Anda selalu merespons komentar followers Anda di sosmed. Dari sanalah, Anda bisa berinteraksi dan jadi lebih dekat dengan (calon) pelanggan. Selain itu, engagements juga akan membantu menambah eksposur akun sosmed Anda ke target pasar potensial.
  • Coba iklankan bisnis kuliner di sosmed. Tak ada salahnya beriklan lewat Instagram Ads atau memasang iklan di Facebook Ads. Cara ini bisa meningkatkan eksposur usaha Anda terutama di tahap-tahap awal.
  • Monitor usaha marketing via sosmed. Jangan lupa untuk memonitor dan mengevaluasi upaya social media marketing yang Anda lakukan. Minimal, coba pantau berapa banyak jumlah like, engagements, dan konten populer yang pernah dibuat. Supaya tak menghabiskan waktu, lakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali.

Semisal upaya marketing ini dirasa terlalu merepotkan, Anda selalu punya opsi untuk outsourcing. Artinya, Anda bisa bayar pihak ketiga untuk mengurus akun sosmed bisnis kuliner yang Anda punyai.

10. Daftar Google Bisnisku

Langkah satu ini memastikan Anda bisa punya bisnis kuliner yang menjanjikan. Di manapun lokasi bisnis kuliner Anda takkan jadi masalah. Sebab, Google Bisnisku bisa membantu Anda memberitahukan tempat dan info penting lain tentang usaha Anda.

Sebetulnya, ada begitu banyak manfaat lain dari Google Bisnisku. Misalnya saja, menyediakan info lokasi via Google Maps, menampilkan review pelanggan, medium komunikasi, dan lain sebagainya.

Kalau Anda butuh cara singkat daftar Google Bisnisku, Anda tinggal ikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Buka halaman Google Bisnisku dan klik tombol Mulai Sekarang;
  2. Masukkan nama bisnis kuliner Anda;
  3. Masukkan alamat lengkap tempat usaha Anda;
  4. Sesuaikan alamat dengan koordinat Google Maps;
  5. Lengkapi keterangan soal kategori bisnis;
  6. Isi kontak telepon dan website (jika ada);
  7. Terakhir, tentukan apakah ingin berlangganan newsletter Google atau tidak.

Setelah mendaftar Google Bisnisku, Google akan melakukan verifikasi. Verifikasi ini dilakukan dengan mengirimkan surat ke alamat usaha Anda. Nantinya, Anda tinggal masukkan kode verifikasi yang ada di surat ke akun Google Bisnisku.

Ketika verifikasi sudah berhasil, Anda tinggal tambahkan informasi relevan seputar bisnis. Anda boleh tambahkan deskripsi usaha, foto, jam operasional, fasilitas, menu, dan info lainnya.

Comment
Rahman
Rahmanhttps://gubukinspirasi.com
Redaktur Gubuk Inspirasi dan pegiat sastra yang menggelar Perpustakaan Jalanan Besuki membaca setiap hari Sabtu dengan slogan, "Baca gratis seperti udara yang kau hirup"

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler