Monday, October 3, 2022

Ketua PBNU Alissa Wahid: Perempuan NU Dan Pesantren Sebagai Peran Utama Bukan Pendamping

JAKARTA, GUBUKINSPIRASI.com – Ketua PBNU Alissa Wahid mengatakan bahwa keberadaan perempuan dilingkungan NU dan Pesantren sudah terbukti sejak lama dalam keaktifan perannya sebagai peran utama bukan hanya sebatas peran pendamping. Perempuan tidak pernah hanya sebatas koncowingking (pendamping). Banyak Bu Nyai yang mengelola pondok, punya pondok putri sendiri, punya pengajian sendiri, keluar dari peran dirumahnya sendiri.

“Bahkan sudah punya Balai Kesejahteraan Ibu dan Anak (BKIA), Baitul Maal wa Tanwil (BMT). Semua sudah dijalankannya,” tegasnya.

Menurut Alissa, peran perempuan di NU sudah memiliki akses untuk ke ruang publik, bukan hanya berkutat pada ruang domestik saja. Masyarakat sudah sedemikian integral antara laki-laki dan perempuan, sehingga ruang Nahdliyyat tidak dibatasi hanya pada banom perempuan seperti Muslimat, Fatayat, IPPNU, dan lain sebagainya.

Peran perempuan, terutama pada kepengurusan PBNU saat ini, menurutnya, sudah dirasakan dan terlihat pada acara Muktamar ke-34 NU di Lampung. Alissa satu-satunya perempuan yang menjadi ketua komisi.

“Saya menganggap itu sebagai afirmasi, tidak sekadar lewat tapi memang sudah ada perspektif (soal perempuan) itu. Karena kita ingin agar pandangan-pandangan perempuan juga didengar dalam konteks NU secara umum,” ujarnya.

Ada 11 nama perempuan yang masuk dalam kepengurusan PBNU masa khidmah 2022-2027. Di jajaran mustasyar atau dewan penasihat ada Ny Hj Nafisah Sahal Mahfudz, Ny Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, dan Ny Hj Machfudhoh Aly Ubaid. Sedangkan di jajaran A’wan atau dewan pakar ada Hj Nafisah Ali Maksum, Ny Gj Badriyah Fayumi, Ny Hj Ida Fatimah Zainal, Ny Hj Faizal Ali Sibromalisi, dan Ny Hj Masriyah Amva.

Sementara di jajaran pengurus harian Tanfidziyah ada Ny Hj Khofifah Indar Parawansa dan Alissa Wahid sebagai ketua, dan Ai Rahmayanti sebagai wakil sekretaris jenderal.

Baca juga :  Gus Miftah dan Alissa Wahid Komentari Penendang Sesajen di Lumajang

(rahmad)

Comment
Abdur Rahmad
Abdur Rahmad
Mahasiswa Biru Kuning Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Nurul Jadid Probolinggo, yang tidak lain hanyalah seorang anak kelahiran pulau kecil Giligenting.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler