Wednesday, May 18, 2022

Ai Rahmayanti, Aktivis Perempuan Berlatar Biru Kuning yang Namanya Tercatat di Kepengurusan PBNU

JAKARTA, GUBUKINSPIRASI.com – Tersebarnya pamflet ucapan selamat kepada 11 perempuan yang menjadi bagian dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), ada salah satu sosok yang cukup menarik perhatian, yakni AI Rahmayanti. Dalam banyak pamflet yang tersebar, ia adalah sosok perempuan muda yang namanya sudah menjadi bagian dari PBNU di Wakil Sekretaris Jenderal.

Perempuan muda kelahiran Garus, 8 November 1985 ini mengungkapkan bahwa keterlibatan perempuan dalam kepengurusan PBNU adalah langkah berani yang memang harus ditempuh untuk sebuah perubahan dilingkungan NU. Langkah berani oleh Ketua Umum PBNU, Gus Yahya, menurut Ai merupakan representasi dari peran Gus Dur yang selama hidupnya memberikan perhatian terhadap keberadaan perempuan didalam segala lini.

“Buktinya sebagai presiden, Gus Dur mampu mewarnai seluruh kebijakan pemerintahan dengan adanya PUG atau pengarusutamaan gender dalam semua aspek yang hasilnya terasa hingga sekarang, juga keputusan dalam forum-forum besar di NU yang berbasis gender,” tegas perempuan alumni UIN Bandung itu.

Menurut Ai, keterlibatan perempuan menunjukkan bahwa NU sudah menegaskan komitmennya untuk ikut serta dalam menginisiasi transformasi kultur kesetaraan yang kemudian menjadi dinamisator pembangunan, dengan memberdayakan perempuan Indonesia pada proporsi yang sebenarnya.

Keterlibatan demisioner Ketua Umum Pengurus Besar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (PB KOPRI) ini menegaskan kesediannya dalam memberikan kontribusi terkait program-program strategis dalam merespon perubahan sebagaimana yang menjadi visi dari Gus Yahya sendiri.

“Dengan tetap berpegang teguh pada kaidah al-muhafadhatu ‘alal qadimisshalih wal akhdzu bil jadidil ashalah, yaitu memelihara tradisi lama yang masih baik (relevan) dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Ai akan melaksanakan empat agenda besar yang sesuai dengan visi Gus Yahya dalam perspektif perempuan. Pertama, melakukan konsolidasi organisasi (jam’iyyah). Hal ini bertujuan untuk mereformasi kepengurusan – minimal pengurus cabang dan wilayah – supaya melibatkan perempuan didalamnya.

Baca juga :  Pelantikan dan Harlah di Kalimantan Timur untuk Mengiringi IKN Baru

Kedua, AI akan memperkuat komitmen keberagaman. Menurutnya, moderasi beragama berbasi perempuan dan keluarga menjadi bagian dari membangun peradaban. Ketiga, perdamaian dunia dengan mengeskspor Islam Nusantara, yang tentu didalamnya ada peran perempuan khas Indonesia. Keempat, membangun kemandirian jam’iyyah melalui gerakan Nahdlatut Tujjar dilingkungan perempuan Nahdliyyin, pemberdayaan ekonomi dan pendidikan untuk perempuan,” tandasnya.

Gubuk Inspirasi – Infografik Ai Rahmayanti

(Rahmad)

Comment
Abdur Rahmad
Abdur Rahmad
Mahasiswa Biru Kuning Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Nurul Jadid Probolinggo, yang tidak lain hanyalah seorang anak kelahiran pulau kecil Giligenting.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler