Sunday, October 2, 2022

5 Alasan Kenapa Kalian Harus Menulis!

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tdak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

Pramoedya Ananta Toer

Menulis pada hakikatnya adalah alat yang mewakili pikiran penulis. Maka, dapat dikatakan bahwa menulis adalah proses mengungkapkan pikiran. 

Seorang ulama terkenal yaitu Imam Syafi’i mengatakan bahwa menulis adalah alat untuk mengikat ilmu atau bacaan. Sekiranya tidak ada tulisan lalu kita lupa maka lenyaplah ilmu itu dari diri kita.

Menulis sebenarnya pekerjan yang sangat menyenangkan, apalagi jika dilakukan dengan sepenuh hati. Oleh sebab itu ada juga orang yang mengajurkan agar “menulis dengan hati”, sehingga tulisan yang dihasilkan juga mengalir seperti air yang turun dari tebing ke bawah bukit, lancar tanpa hambatan.

Tulisan yang baik biasanya juga dihasilkan dari penulis yang menulis dengan ikhlas, tanpa beban dan mempunyai pengetahuan yang baik pula.

Ada juga orang yang menganggap pekerjaan menulis itu berat dan membosankan. Pendapat itu tentu bukan tanpa alasan. Mereka umumnya bingung harus menulis apa dan untuk apa tulisan yang akan dibuatnya. Memang, jika orang menulis tanpa tujuan, tentu saja hasilnya akan sulit dan dijamin hambar dan tidak bernilai.

Menulis harus mempunyai tujuan yang jelas, ibarat kita bicara, maka jangan bicara asal bicara melainkan bicara yang ada manfaatnya. Menulis pun seperti itu. Menulis harus mempunyai tujuan yang jelas dan mempunyai perencanaan yang jelas pula.

Tulisan akan mudah dibuat jika kita sudah mempunyai perencanaan yang matang, seperti misalnya tema apa yang akan ditulis, jenis tulisannya, menentukan outlinenya, gaya penulisannya, untuk siapa tulisan tersebut dibuat, kapan harus selesainya dan sebagainya.

Tetapi, perencanaan yang baik juga tanpa didukung dengan ilmu kepenulisan dan data bahan/resource tulisan, maka tulisan akan menemui hambatan. Apa lagi jika penulis tidak mempunyai motivasi yang kuat dalam menulis, sehingga tulisan yang sudah dibuat bisa berhenti ditengah jalan.

Baca juga :  Diet Berakhir Jeruji ; Sebuah Cerpen Karya Guido Gusthi Abadi

Salah satu cara agar kegiatan menulis bisa berjalan dengan baik dan lancar, maka kita harus mempunyai komitmen yang kuat terhadap rencana menulis tersebut. Komitmen yang kuat bisa tercipta jika kita mempunyai motivasi dalam menulis. Artinya, kita harus mempunyai alasan mengapa kita harus menulis.

Jika alasan itu begitu kuat dan bisa mendorong semangat kita menulis, maka aktivitas menulis menjadi mudah dan lancar.

Setiap orang tentu mempunyai alasan yang berbeda-beda dalam menulis. Alasan ini yang menentukan apakah seseorang itu nantinya akan menjadi penulis biasa-biasa atau menjadi penulis besar.

Ada beberapa alasan mengapa seseorang itu mau menulis, diantaranya adalah :

1. Persuasive purpose, dengan menulis kita dapat meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan. Kepercayaan / pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya dapat memengaruhi sikap mereka dan pada akhirnya memengaruhi perilaku dan tindakan mereka terhadap sesuatu. Nah, mengubah pengetahuan seseorang akan sesuatu dipercaya dapat mengubah perilaku mereka.

2. Informational purpose, menulis sebagai media memberikan informasi atau keterangan kepada  pembaca. Pada era sosial media saat ini, kebebasan informasi sangat terbuka lebar, setiap informasi dapat dinikmati semua kalangan tanpa terkecuali.

Bahkan pada era kebebasan informasi saat ini, setiap individu tidak lagi menjadi konsumen informasi, tetapi juga bisa menjadi produsen informasi. Kebebasan informasi akan menjadi baik manakala setiap individu paham menggunakan sosial media yang baik dan benar. Namun akan berakibat buruk bila kebebasan informasi digunakan untuk menyebarkan informasi bohong atau hoax, demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. 

3. Self-expressive purpose, menulis sebagai upaya untuk memperkenalkan atau menyatakan diri penulis kepada pembaca. Berbagai citra dapat dibuat dari setiap karakter tulisannya. 

Baca juga :  Resensi Buku "Entrok" Oky Madasari

4. Problem-solving purpose yakni  tujuan untuk menyampaikan amanat dan pesan dari setiap tulisan berdasarkan fakta dan sumber yang valid sebagai pemecahan dari berbagai masalah yang dihadapi para pembaca. 

5. Altruistik purpose, penulis bertujuan untuk memudahkan para pembaca memahami, menghargai perasaan dan penalarannya, sehingga hidup para pembaca lebih mudah dan menyenangkan dengan setiap karya yang dibuat penulis.  


Mulailah menulis dari sekarang. Setiap orang bisa menulis, tapi belum tentu setiap orang berani untuk menulis. Temukan tujuan Kalian dan menulislah dengan bebas.

Sudahkah Kalian menemukan tujuan untuk menulis? Jika belum, nulis aja dulu dari sekarang!

Comment
Shafira Aulia
Shafira Aulia
Penikmat sastra dan musik. Sedang menyelesaikan pendidikan komunikasi dan penyiaran di sebuah Universitas di Jawa Timur

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler