Wednesday, October 5, 2022

Booklet The Untold Story : Raksi By Tenderlova – Review Another Side of Jovan Akhal Raksi

Hello everyone, ya kita bertemu lagi dengan perbincangan sekitar novel kembali. Lagi – lagi novel yang satu ini adalah karya dari Tenderlova, Aku benar – benar merekomendasikan buku – buku kak Ten karena memang sekeren itu menurutku.

Buku ini merupakan salah satu karyanya yang begitu ditunggu. Merupakan sekuel dari Tulisan Sastra yang begitu wow. Dan tentunya Tulisan Sastra sendiri tidaklah asing bagi para Kpopers pembaca setia aplikasi oren.

Okey kali ini aku bakal review booklet nya aja karena ini bercerita tentang sosok yang bernama Jovan Akhal Raksi. Dan review ini lebih tepatnya bakal gibahin tentang Raksi sendiri. Ada yang begitu menarik dari seorang Raksi alias Jovan ini, ada sesuatu yang tidak diceritakan dari sosok Jovan.

Di buku Tulisan Sastra, Jovan diceritakan sebagai seseorang yang suka berganti – ganti pacar atau playboy. Tetapi ketika membaca booklet untold story Raksi ini seperti sesuatu yang sangat berbeda dari seorang Jovan, seseorang yang ternyata sangat pendiem sampai tidak tau mau melakukan apa. Kepalanya terlalu bersisik tetang bayak hal, hingga dia membatin “Bisa nggak sih, nggak usah jadi apa – apa?”.

Ucapan Jovan diatas adalah kalimat yang sangat related dengan kehidupan kita, kadang – kadang kita merasa kaya kenapa kita perlu melakukan A, B hingga C hanya untuk sama seperti orang pada umumnya. Tidak hanya itu, pada buku ini juga menceritakan sosok Jovan yang patah hati karena banyak dikhianati mantan – mantan pacarnya tapi malah dia dapat predikat playboy.

Kepergian bapaknya yang membawa separuh jati dirinya juga diceritakan di buku ini. Karena bagi Jovan ketika orang lain bilang kamu harus A, B dan C hanya bapaknya yang bilang “nggak papa nggak jadi apa – apa mas”.

Baca juga :  PP Forkomnas Kpi Gelar Obras Literasi Masyarakat Digital

Di buku ini juga di jelaskan alasan kenapa pada kematian Sastra Jovan tidak menangis samapi pemakaman selesai.

Rasa sakit yang dia rasakan setelah kepergian bapaknya akhirnya terulang kembali. Teman satu kamar dia yaitu Sastra harus pergi untuk selamanya, kamar yang ramai tidak lagi sama, ranjang yang berada di atasnya akan terus kosong karena ditinggal pergi pemiliknya. Hingga Malika, pacar Jovan datang dan berkata :

“Kamu nggak harus berdamai dengan kehilangan ini sekarang, kamu masih bisa bersedih kapan pun yang kamu mau. Kamu tetep boleh berduka selama kamu masih belum mampu menerima. Tapi kamu harus tetap hidup, hidup yang lama sampai akhirnya kamu bisa membuktikan ke diri kamu sendiri kalau kamu udah berdamai dengan semuanya” Ucapan Malika ini 2 tahun kemudian baru bisa di buktikan oleh Jovan.

Yang perlu kita ingat, semuanya tergantung pada kita. Jika dalam proses melupakan dan berdamai kamu tidak sanggup maka istirahatlah.

Terkadang kita perlu beristirahat sebentar untuk menarik nafas sebentar dan mempersiapkan langkah yang lebih mantap dan lebar dari sebelumnya.

Dari cerita Jovan aku belajar bahwasannya semuanya gak perlu di paksa, gak perlu selesai hari ini, gak perlu jadi ini itu untuk terlihat seperti ini dan itu.

Cukup jadi diri kamu dan menerima apapun yang ada di dalam diri kamu. Kamu lebih dari apa yang orang lain lihat.

Sekian dan sampai jumpa di lain cerita dan novel teman – teman.

Comment
Markxxx99
Markxxx99
Poetry and Literature Lover dan berbagai hal yang berkaitan dengan budaya pop Korea

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler