Monday, October 3, 2022

The White Death, Penembak Jitu Momok Uni Soviet

GUBUKINSPIRASI.com Simo Häyhä, atau yang dijuluki “The White Death” adalah seorang penembak jitu asal Finlandia yang menjadi momok bagi Uni Soviet Pada Perang Dunia ke-II, khususnya Perang Musim Dingin (1939-1940).

Dalam kurun waktu sekitar 100 hari, Häyhä diperkirakan telah membunuh lebih dari 500 orang. Angka tersebut merupakan jumlah terbanyak yang pernah dicatatkan oleh seorang penembak jitu dalam perang besar.

Atas prestasinya inilah Häyhä dikenal sebagai penembak jitu paling mematikan (the world’s deadliest sniper).

PETANI DAN PEMBURU

Simo Häyhä

Lahir pada pada 17 Desember 1905 di Kiiskinen, Rautjarvi, Karelia, dulunya Finlandia, yang sekarang menjadi wilayah Rusia. Simo Häyhä dibesarkan sebagai anak ketujuh dari pasangan petani bernama Juho dan Katriina Häyhä.

Sebelum terjun ke dunia militer, Simo Häyhä merupakan seorang petani, pembari dan pemain ski. Meski begitu kemahirannya dalam menembak telah ia tunjukan sejak masih muda.

PERANG MUSIM DINGIN

Saat perang antara Uni Soviet dan Finladia pecah, Simo Häyhä ditugaskan sebagai penembak jitu di Angkatan Darat Finlandia, di bawah Letnan Aarne Juutilainen di Kompi 6 Resimen Infanteri 34.

Keberadaan Simo Häyhä pada perang itu menjadi salah satu kartu As Finlandia. Pasalnya kekuatan militer yang dimiliki Uni Soviet lebih unggul.

Namun dengan keahlian Simo Häyhä, ia dapat melumpuhkan sniper dan perwira-perwira tingggi Uni Soviet seorang diri. Hal itulah yang membuat Uni Soviet sangat khawatir atas keberadaan Simo Häyhä.

Hal ini dibuktikan dengan dibentuknya Regu Penembak Jitu yang khusus membuhun Simo Häyhä. Bahkan pasukan artileri sampai dikerahkan untuk menyerang lokasi yang diperkirakan sebagai tempat persembunyiaan Simo Häyhä. Namun usaha dari Uni Soviet tak pernah dapat membuhnya.

Baca juga :  Apasih AM dan PM dalam Jam? Lalu Gimana Cara Pakainya?

SENJATA

Mosin Nagant M91/30

Pada Perang Musim Dingin berlangsung, Finlandia memberikan senapa Mosin Nagant M28-30 kepada para penembak jitu. Namun Simo Häyhä enggan memakainya dan lebih memilih senjatanya yang model lama yakni Mosin Nagant M91.

Bahkan ia tak mau memakai scope, karena menurutnya kepala penembak yang menggunakan scope akan lebih terangkat sehingga mudah terdeteksi musuh. Juga Scope bisa memantulkan cahaya yang dapat berpotensi ketahuan musuh.

TRIK PENEMBAK JITU & BERTAHAN HIDUP

Skill Simo Häyhä sebegai penembak jitu yang mumpuni juga didukung dengan trik-trik dan kemampuan bertahan hidupnya.

Seperti memasukkan salju kedalam mulut sebagai bentuk kamuflase agar jejak nafasnya tidak ketahuan musuh.

Ia juga biasa menuangkan air ke salu yang berada di depan mocong senapannya. Hal itu bertujuan agar setelah ia menembak, salju didepannya tidak berpencar karena telah membeku.

Ia juga memanfaatkan bunyi-bunyian, asap dan tembakan artileri untuk kabur ke tempat yang lebih aman.

CEDERA

Simo Häyhä Pasca Cedera

Seminggu menjelang perang berakhir, tepatnya pada tanggal 6 Maret 1940, Simo Häyhä terluka parah setelah rahang kiri bawahnya terkena tembakan peluru peledak milik tentata Uni Soviet. Kemudia ia koma dan baru sadar kembali tanggal 13 Maret 1940.

Pasca mengalami cedera tersebut, Simo Häyhä harus mendapat perawatan dan operasi beberapa kali hingga akhirnya dinyatakan sembuh beberapa tahun kemudia.

PASCA PERANG

Saat Perang Musim Dingin berakhir, Simo Häyhä yang telah kembali menjadi petani, ia ditawari untuk terjun lagi kemedan perang, yakni saat Finlandia bersekutu dengan Jerman yang berusaha merebut kembali kawasan Finlnadia yang diambil Uni Soviet. Namun ia enggan untuk kembali berperang.

Simo Häyhä di masa tua

“Ini bukan lagi peperanganku, aku tidak teretarik memperebutkan tanah orang lain.“

Simo Häyhä

Meski sangat terkenal akan prestasinya, Simo Häyhä tak pernah mau menjadi sorotan publik. Ia merupakan sosok yang rendah hati dan tidak sombong.

Baca juga :  Kolaself - Self Photo Studio Pertama di Jember yang Bikin Kamu #BorntoStandOut

Simo Häyhä menghabiskan masa tuanya di panti jompo veteran perang di Hamina, hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada 2002 di usia 96 tahun.

POPULARITAS

Karakter Simo Häyhä dalam manga Shuumatsu no Valkyrie/Record of Ragnarok

Sosok Simo Häyhä juga menjadi inspirasi berbagai macam hal seperti lagu White Death yang dibawakan oleh Grub Band Sabaton. Atau karakter anime bernama sama, Simo Häyhä pada serial anime dan manga Shuumatsu no Valkyrie. Beberapa film juga menampilkan karakter Simo Häyhä ini.

Comment
PID
PID
Seorang bapak tanpa anak yang sebenarnya jarang menulis tapi ingin ikut-ikutan narsis

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler