Wednesday, September 21, 2022

5 Pahlawan Nasional Nahdlatul Ulama’

SEJARAH, GUBUKINSPIRASI.comNahdlatul ulama merupakan salah satu organisasi yang terbesar di indonesia. berdiri 31 Januari 1926 M/16 Rajab 1344 H.

Pada tahun 2019 Anggotanya mencapai 108 juta orang menjadikan NU menjadi salah satu organisasi terbesar di dunia. 100 tahun merupakan usia yang sangat matang bagi sebuah organisasi. 

Banyak hal yang dilalui oleh NU mulai dari zaman penjajahan Belanda, Jepang hingga pasca kolonialisme.

Walaupun Organisasi ini merupakan organisasi keagamaan para pendiri dan tokoh-tokoh ulama yang berada di bawah naungan NU memiliki andil yang sangat besar dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Hal tersebut dibuktikan dengan penganugerahan tokoh-tokoh NU. Berikut 5 tokoh NU yang mendapat gelar pahlawan nasional :

1.KH. Hasyim Asy’ari 

Beliau merupakan pendiri organisasi Nahdlatul Ulama’. Setelah mendapat penghargaan berupa Tongkat dan Tasbih dari Gurunya KH. Kholil bangkalan yang antarkan oleh KH. As’ad Syamsul Arifin Situbondo. Maka satu tahun kemudian berkumpul ulama’ Jawa dan Madura di Surabaya dan mereka semua merencanakan sebuah organisasi Nahdlatul Ulama’.

2. KH. Abdul Wahid Hasyim

Merupakan putra dari pendiri Nahdlatul Ulama’. beliau lahir 1 Juni 1914 M dan wafat pada usia 38 Tahun di Cimahi Jawa Barat pada tanggal 19 April 1953 M. Selama masa hidupnya beliau memiliki banyak peran diantaranya: Anggota BPUPKI dan PPKI, penggagas sila pertama, Menteri Agama RI Ke-I, Ketua Partai Masyumi, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ke 19.

3. KH. Abdul Wahab Hasbullah 

Lahir tanggal 31 maret 1888 di kabupaten Jombang Jawa Timur. Beliau salah seorang yang menjunjung tinggi kebebasan berfikir. Ia ulama menjadi’ yang kebebasan berpendapat dalam sebuah Keragaman. Hal ini beliau realisasikan dalam sebuah kelompok penemuan diskusi bernama Tashwirul Afkar pada tahun 1941 di Surabaya. KH. Abdul Wahab Chasbulah wafat pada 29 Desember 1971 dan mendapat Gelar Pahlawan Nasional Pada 07 November 2014.

Baca juga :  Makanan Khas Idul Adha dari Berbagai Wilayah di Indonesia

4. Dr.KH. Idham Khalid

Lahir di Satui Kalimantan Selatan 27 Agustus 1921 Beliau adalah Ketua Umum PBNU ke-7 Menjabat sejak 1956–1979 M. Selain Aktif di NU beliau juga aktif di pemerintahan sebagai:

Wakil Perdana Menteri Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Indonesia, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat republik Indonesia Ke-4, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Ke-6, Ketua Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia Ke-7, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Pada tanggal 11 Juli 2010 di usia 88 Tahun. Makamnya terletak di Pondok Pesantren Darul Qur’an Cisarua Bogor Jawa Barat.

5.KH. As’ad Syamsul Arifin 

Wafat pada usia 93 Tahun 4 Agustus 1990 di situbondo. Pengasuh kedua pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Ada 5 wasiat yang beliau titipkan kepada santrinya yaitu:

  • 1. Santri Sukorejo yang keluar dari NU (Nahdlatul Ulama), jangan berharap berkumpul dengan saya di 
  • 2. Santri saya yang pendiriannya tidak dengan saya, saya tidak bertanggung jawab di hadirat Allah SWT 
  • 3. Santri saya yang pulang atau berhenti harus ikut mengurus dan paling tidak salah satu dari tiga hal, yakni: Pendidikan Islam, dakwah melalui NU dan ekonomi masyarakat.
  • 4. Istiqamah (terus menerus) membaca Ratibul Haddad .
  • 5. Santri saya sebenarnya umum, anak siapa saja, dalam keadaan bagaimana saja, pasti selamat dan jaya asal jujur, giat dan ikhlas
Comment

Related Articles

Terpopuler