Tuesday, November 29, 2022

Benarkah Konsumsi Telur Mentah Dapat Terinfeksi Salmonella ? Ini Faktanya !

GUBUKINSPIRASI.com – Telur menjadi  salah satu makanan “paling dekat” dengan kita. Berbagai macam olahan yang berbahan dasar telur pasti pernah kita konsumsi, ada yang dimasak hanya telur saja, di campur dengan bahan lain bahkan dikonsumsi dalam keadaan mentah.

Sebagian orang beranggapan mengkonsumsi telur mentah dapat menambah stamina dan meningkatkan kebugaran tubuh. Namun, juga ada  yang berpendapat  bahwa terdapat bakteri salmonella dalam telur mentah. Jadi apakah mengonsumsi telur mentah aman atau berbahaya ?

Kandungan Gizi Telur

Telur merupakan sumber protein hewani yang murah, praktis, dan mudah diolah. Selain bisa dikreasikan menjadi berbagai menu masakan, telur juga memiliki nilai gizi yang tinggi.

Dalam sebutir telur mentah terdapat kurang lebih 70–75 kalori, 6–6,5 gram protein, 4–5 gram lemak, 350 mg kolesterol, dan 1,6 gram lemak jenuh. Telur juga mengandung berbagai vitamin dan mineral seperti Vitamin A, Vitamin B, Vitamin E, Folat, Selenium, Fosfor, Kalium dan Zat Besi.

Telur juga mengandung antioksidan serta asam lemak omega-3 dan kolin yang baik untuk kesehatan saraf dan otak. Berkat kandungan nutrisinya yang tinggi dan harganya yang terjangkau telur menjadi makanan yang sangat digemari.

Telur Mentah

Tamako Kake Gohan, makanan khas jepang perpaduan nasi dan telur mentah saja

Telur mentah bisa disajikan dalam berbagai macam olahan, baik makanan maupun minuman.  Contohnya Untuk memasak kue, saus, atau krim, telur mentah diperlukan sebagai pengikat adonan.

Berbagai jenis minuman juga disajikan dengan campuran telur mentah, misalnya susu dengan campuran telur mentah, madu, dan jahe. Banyak binaragawan juga minum telur mentah yang dicampur dalam protein shake mereka. Minum telur mentah dipercaya bisa membantu laki-laki mendapatkan bentuk badan yang ideal serta menambah stamina.

Ada juga  orang yang memilih mengonsumsi telur mentah karena merasa telur mentah mengandung gizi yang lebih baik ketimbang telur matang. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar dan tidak salah juga.

Sebenarnya, kandungan gizi telur matang tidak jauh berbeda dengan telur mentah. Proses memasak memang dapat mengurangi kandungan nutrisi dalam telur seperti vitamin A, vitamin B, fosfor, kalium, dan antioksidan. Namun, proses memasak telur tidak membuat kandungan nutrisi tersebut banyak berkurang, sehingga nilai gizi pada telur matang tetap tinggi

Bahkan dalam sebuah studi yang di kutip oleh Alodokter menyatakan bahwa protein dalam telur mentah hanya dapat diserap sebesar 50 persen oleh tubuh. Sedangkan telur matang dapat mencapai 90 persen.

Resiko Konsumsi Telur Mentah

Selain penyerapan protein yang berkuran, perlu diketahu bahwa mengonsumsi Telur Mentah memiliki resiko lain yang perlu kita waspadai, berikut penjelasannya;

1.  Mengganggu penyerapan biotin

Biotin juga dikenal sebagai vitamin B7 yang larut dalam air. Vitamin ini diperlukan oleh tubuh dalam proses metabolisme dan pencernaan gula dalam darah

Putih telur mengandung protein bernama avidin yang akan memerangkap biotin. Akibatnya, tubuh Anda tak bisa mencerna dan mengurai vitamin ini dengan baik. Avidin hanya akan hancur ketika dipanaskan, yaitu ketika telur dimasak.

2. Meningkatkan Resiko Terinfeksi Salmonella

Baca juga :  10 Kopi Lokal Indonesia yang Mendunia
Bakteri Salmonella

Risiko terbesar makan telur mentah adalah terinfeksi bakteri Salmonella. Bakteri yang tinggal dalam berbagai produk hewani seperti susu, telur, dan daging ini bisa menyerang tubuh manusia dan menyebabkan infeksi.

Bakteri ini menempel pada cangkang telur serta hidup di dalam telur mentah. Makan telur mentah adalah salah satu penyebab terbanyak infeksi bakteri Salmonella. Penyebab infeksi bakteri lainnya adalah makan daging mentah dan tertular dari binatang peliharaan. Akan tetapi, Salmonella tidak tahan panas sehingga kalau dimasak sampai matang, bakteri ini akan mati.

Jika kalian terinfeksi bakteri ini maka kalian akan mengalami kram perut, mual, diare, dehidrasi, demam, dan sakit kepala. Kondisi ini bisa berlangsung mulai dari 4 hingga 7 hari. Biasanya infeksi bakteri ini bisa diobati dengan cara meredakan gejalanya di rumah. Dalam beberapa kasus, orang yang kehilangan cairan karena diare hebat harus dirawat di rumah sakit.

Tips konsumsi Telur Mentah

Bagi kalian yang memang masih perlu mengonsumsi telur mentah sebaiknya memerhatikan secara cermat kondisi telur, terutama kebersihannya. Karena dengan kondisi telur yang higienis dapat mengurangi resiko terinfeksi Salmonella tadi.

Hal seperti yang diterapkan oleh orang-orang Jepang. Sudah menjadi rahasia umum, telur Jepang dapat dikonsumsi mentah tanpa harus melalui proses dimasak terlebih dahulu.

Menggunakan teknologi yang sudah sangat canggih, Jepang memastikan kualitas telurnya yang terbaik, sampai-sampai konsumen dapat memakannya secara mentah. Mulai dari membersihkan telur, memeriksa kualitas, menyortir berdasarkan ukuran, hingga mengemas dan menyegel dengan karton dilakukan oleh mesin yang canggih.

Telur Jepang Disertai Tanggal Kadaluarsa untuk dikonsumsi mentah

Telur yang dijual di Jepang terdapat cap tanggal yang baik untuk dikonsumsi mentah atau setengah matang dalam kemasannya. Menurut Japan Egg Producers Association, dilansir dari japantimes,telur yang sehat yang telah disimpan dengan aman untuk dimakan mentah dapat bertahan semala 16 hari setelah ayam bertelur di musim manas dan 57 hari di musim dingin. Lebih dari itu, telur harus dimasak.

Comment
PID
PID
Seorang bapak tanpa anak yang sebenarnya jarang menulis tapi ingin ikut-ikutan narsis

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler