Wednesday, November 30, 2022

Sahabat yang Dijamin Surga

Semua muslim tentu ingin masuk surga. Maka tak heran banyak dari mereka melakukan amal kebaikan dengan niat ihlas untuk mendapatkan ridha allah swt.

Surga merupakan tempat segala kenikmatan bagi orang orang yang beriman kepada allah swt. Bagi orang yang tidak beriman maka tidak akan mendpatkan balasan surga nantinya.

Dalam sejarah islam adalah 10 sahabat yang dijamin masuk surga oleh Nabi Muhammad S.A.W. Sahabat -sahabat itu : 

Abu Bakar Ash-Shiddiq

Abu Bakar merupakan sahabat nabi yang pertama kali masuk islam. Disebut juga dengan Assabiqunal Awwalun. Nama lengkapnya Abdullah bin Utsman bin Amir bin ka’ab bin At-taimi Al-Quraisy. Sebelum masuk islam namanya adalah abdul ka’ab. 

Berkulit putih, Cekung matanya, tinggi badannya, lebat rambutnya, dan putih kulitnya.

Mepunyai pribadi yang lembut, suka membebaskan budak. beberapa budak yang pernah dibebaskan abu bakar adalah Bilal, Amir bin Fuhairah, Zunairah, Nahdiyah dan putrinya, Jariyah binti Mua’ammil, Ummu Ubays.

Umar Bin Al-Khatthab

Nama lengkapnya adalah Umar Bin Al-khathab bin nufail bin abdul uzza al-quraisy. berperawakan tampan, tangan dan kakinya berotot, jenggotnya lebat, kepala bagian depannya botak, tubuhnya tinggi besar,warna kulitnya coklat kemerah-merahan, tubuhnya tegap,dan suaranya lantang. dijuluki abu hafsh atau anak singa karena keberaniannya.

Umar seseorang yang pamdai dalam hal membaca dan menulis, seringkali menjadi utusan untuk kaumnya. 

Ustman Bin Affan 

Usman bin Affan bin abi ash bin bin umayyah bin abd Syams bin Abd manaf. orang-orang quraish biasa memanggilnya abu abdillah. usman di gelari dengan dzun nurain, karena menikahi dua putri nabi muhammad s.a.w.

Usman termasuk orang yang terkenal dermawan. ketika perangg al-asrah usman mendermakan 300 ekor unta dan 50 ekor kuda lengkap segala peralatannya. setelah itu usman membawa 100 dinar dan diberikan langsung ke rasulullah.

Ali Bin abhi Thalib 

Nama lengkapnya adalah ali bin abi thalib ibn abdul muthalib ibn hasyim al-qurasyi al hasyimi, biasa dipanggil abu hasan. wajahnya tampan, warna kulitnya coklat, kepala bagian depannya botak, matanya lebar dan kedua bola matany sangat hitam, bahunya lebar, kedua tangannya kekar, badannya gemuk, postur tubuhnya sedang, dan murah senyum.Rasul menikahkan ali dengan fatimah azzahra pada tahun kedua hijriyah. Ali tidak menikah dengan wanita lain sampai fatimah meninggal, 6 bulan pasca wafatnya rasul.

Baca juga :  Menteri PUPR RI: Presiden Minta Bahan Pembangunan Infrastruktur Tak Boleh Impor

Zubair Bin Awwam

Zubair bin Awwam bin khuwailid Al-Quraisy Al-Asadi. Ibu zubair  pernah memukul anaknya. seorang anggota keluarganya yang lewat kemudian menegur ibunya. ibunya kemudian menjawab sambil melantunkan syair berikut : 

Aku memukulnya agar ia tangkas menunggang kuda, memipin prajurit, dan menjadi orang yang berguna.

zubair bin awwam meninggal karena dibunuh oleh amr ibn jurmuz ketika ia sedang melaksanakan sholat. kejadina ini terjadi pada tahun 36 H.

Sa’ad Bin Abi Waqqash

Sa’ad bbin malik bin uhaib bin abd manaf az-zuhri, biasa dipanggil abu ishaq. lahir dimaakah tahun 23 sebelum hijriyah.Paman nabi Muhammad dari jalur ibu. 

masuknya sa’ad ke dalam agama islam membuat ibunya marah hingga tidak makan dan tidak minum. Setelah tiga hari ibu sa’ad tidak makan dia terjatuh pingsan kemudian salah satu saudara sa’ad bernama imarah memanggil sa’ad. kemudian turun firman allah swt : Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

Abu Ubaidah bin Al-Jarrah 

Amir bin Abdullah bin al-jarrah bin hilal al-fahri al-qurasyi, biasa dipanggil abu ubaydah dan di gelari amin al-ummah dan amir al-umara’.

ia masuk islam di tangan abu bakar as-shiddiq. tepatnya hari kedua setelah umar masuk islam. 

masuknya ubaidah bin al-jarrah kedalam islam mendapatkan pertentangan dari ayahnya. dia mendapatkan siksaan fisik serta finansial. namun hal itu dihadapi oleh abu ubaydah dengan sabar. Dilahirkan 30 tahun sebelum kenabian. ia berpostur tubuh tinggi, kurus, jenggotnya tipis, hatinya lembut, dan rendah hati. 

Baca juga :  Halal Bihalal Paguyuban Pakulima ; Bukan Sekedar Momen Berkumpul Namun Juga Rekonsiliasi Sekaligus Menyatukan Visi

Abdurrahman bin Auf

abdurrahmna bin auf bin abd auf bin ad harits, biaa dipanggil abu muhammad. Pada masa jahiliyah dia bernama Abdul’ka’bah, lalu rasul menamainya abdurrahman. Nabi mempersaudarakannya dengan sa’ad bin rabi’. Sa’ad pernah berkata kepada abdurrahman bin auf  “Aku adalah orang terkaya di madinah. kalu anda mau silahkan ambil separo hartaku. aku juga punya dua istri. Silahkan anda pilih mana yang anda sukai, aku akan menceraikannya, setelah itu silahkan andda kawini dia.”  Abdurrahman r.a berdoa untuk sa’ad bin rabi’ kemudian berkata “ Tolong tunjukkan saja aku pasar”. Kemudian abdurrahman bin auf berdagagang sampai akhirnya menjadi saudagar paling kaya diantara kaum muslimin.

Thalhah bin Ubaidillah 

Thalhah Bin ubaidillah bin utsman bin amr ibn ka’ab ibn sa’ad at-taimi al-qusyairi, biasa di panggil Abu Muhammad. Dia merupakan sahabat baik Abu bakar As-Shiddiq saking akrabnya mereka berdua di juluki Al-Qarnain (Dua Sahabat akrab).

ia berwajah tampan, rambutnya lebat, kulit putih kemerah-merahan, dada dan kedua bahunya lebar, postur tubuhnya pendek dan kedua kakinya besar. Thalhah di bunuh oleh marwan bin hikam dalam perang jamal dengan tembakan anak panah. ia gugur sebagai syahid tahun 36 H.

Said bin Zaid 

Nama lengkapnya sa’id binzaid ibn amr ibn nufail al-qurasysi al-adawi. Said bin Zaid adalah adik ipar Umar bin Khathab. Ia meriwayatkan 48 hadits dari nabi. diantaranya, ia berkata “Aku pernah mendengar rasulullah S.A.W bersabda, “Siapa yang mati terbunuh karena membela hartanya, maka ia tergolong mati syahid. Siapa yang mati karena membela agamanya, maka ia tergolong mati syahid. Siapa yang mati karena membela kehormatannya, maka ia tergolong mati syahid. Dan siapa yang mati karena membela keluarganya, maka ia tergolong mati syahid.”  (HR. At-Tirmidzi)

Comment

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler