Thursday, February 2, 2023

Sembilan Delapan

Setiap kali lengking suara lantang di toa-toa dan sound besar.
Sigap aparat seragam abu-abu memegang tameng transparan.
Serdadu-serdadu dengan tongkat, senapan laras panjang, mengarah pada kaum terpelajar
“Heii…… Para pejabat ! Perut kami lapar harga bahan-bahan di pasar menjulang hingga tak dapat didaki isi kantong kami”
.
Kondisi lapangan makin tak terkendali pasukan berjas maju merapat ke aparat
moncong-moncong senapan mengarah kedepan, pelatuk siap ditarik, memantik pelor berisi mesiu meluncur menembus badan.
Suasana berubah mencekam
darah bercucur dijalan aspal
satu, dua, tiga tubuh lunglai
lalu berjatuhan

Comment

Baca juga :  Diet Berakhir Jeruji ; Sebuah Cerpen Karya Guido Gusthi Abadi

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terpopuler

Verified by MonsterInsights